Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Cerita Waria di Jember yang Di-bully sejak Kecil, Tobat, Kini Jual Nasi Pecel

Radar Digital • Senin, 23 September 2024 | 13:35 WIB
Ilustrasi LGBT
Ilustrasi LGBT

 POSTUR dan gerakan tubuhnya terlihat cukup feminin. Hal itu menjadikan pria dengan julukan tante FN ini kerap diejek atau di-bully oleh teman-temannya sejak kecil. Begitu dewasa, dia pun menjadi waria.

Tante FN mencoba mendapatkan jalan yang lebih baik. Dia mengaku sempat merasa nyaman dengan pilihannya, karena sudah terbiasa dipanggil bencong sejak kecil. “Ya, dulu saya marah banget. Tapi, setelah bertahun-tahun akhirnya itu sudah seperti julukan biasa buat saya,” ungkapnya.

Pengaruh ejekan itu tak hanya mengutuk karakter keperempuanannya. Bahkan hasrat dan gairahnya juga berubah total. Dia tak tertarik melihat perempuan. “Lebih bergairah kepada laki-laki (sesama jenis, Red). Selain karena ejekan sejak kecil, ini juga pengaruh dari pergaulan saya,” imbuhnya.

FN mengaku, untuk memenuhi hasratnya, ia tak sungkan menawarkan tubuhnya kepada pria. Baik harus membayar maupun dibayar. “Tidak semuanya mau bayar. Kadang, ya, saya yang bayar. Tarifnya juga tidak seberapa,” ucapnya.

Masa gelapnya itu kini ingin diakhiri. Meski untuk mengubahnya sangat sulit, namun keinginan itu terus dilakukan. Dia berusaha mengalihkan diri dari pergaulan tersebut. Kini, dia sibuk membuka peluang usaha, jual nasi pecel. “Kadang kalau hasrat itu muncul, secara tidak sadar saya berpenampilan seperti perempuan sambil berjualan,” ungkapnya.

FN mengatakan saat ini ia sudah tidak pernah berhubungan dengan sesama jenis. Namun, pakaian dan penampilan feminin masih sulit untuk dihilangkan dari dirinya. “Yang terpenting saya bisa bekerja dengan halal. Tidak di dunia malam lagi. Itu sudah saya syukuri,” pungkasnya. (dhi/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #gay jember