Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Perkuat Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi, UIN KHAS Jember Launching Gus Dur Center

Radar Digital • Jumat, 20 September 2024 | 21:01 WIB
RESMI: Wakil Rektor I UIN KHAS Jember Prof Dr M. Khusna Amal (dua dari kanan) bersiap menandatangani peresmian Gus Dur Corner, kemarin (19/9).(ILHAM WAHYUDI/RADAR JEMBER)
RESMI: Wakil Rektor I UIN KHAS Jember Prof Dr M. Khusna Amal (dua dari kanan) bersiap menandatangani peresmian Gus Dur Corner, kemarin (19/9).(ILHAM WAHYUDI/RADAR JEMBER)

KALIWATES, Radar Jember – Kiai Abdurrahman Wahid, atau lebih akrab disapa Gus Dur, merupakan tokoh yang dikenal dengan pemikirannya dalam beragama. Untuk menularkan pemikiran tersebut, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Ahmad Siddiq (UIN KHAS) Jember secara resmi meluncurkan Gus Dur Center, kemarin (19/9).

Sebelum diluncurkan secara resmi, digelar Gus Dur Memorial Lecture di aula Gedung Kuliah Tunggal (GKT) UIN KHAS Jember. Sejumlah tokoh di Jember terlihat hadir dalam acara tersebut. Termasuk gusdurian dan mahasiswa perguruan tinggi itu. Putri sulung Gus Dur, Alissa Wahid, turut memberikan sambutan secara daring di hadapan ratusan peserta. Marzuki Wahid, Rektor Institut Studi Islam Fahmina (ISIF), menjadi pembicara utama dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Alissa Wahid menyampaikan, Gus Dur Memorial Lecture merupakan serial yang diluncurkan pada jaringan gusdurian, bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Sebagai upaya untuk mengambil inspirasi dari perjalanan panjang pria yang pernah menjabat sebagai Presiden RI tersebut. “Sebagaimana kita ketahui, beliau adalah pemimpin yang memiliki banyak dimensi dan punya banyak rekam jejak,” katanya.

Gus Dur juga dinilai sebagai pejuang demokrasi dan pejuang persaudaraan lintas iman. Semasa hidupnya, dia juga dikenal terus mendorong pemuda untuk mengisi perjuangan bangsa Indonesia. Hal tersebut menjadi alasan dilaksanakannya Gus Dur Memorial Lecture. “Kami ingin Gus Dur sebagai sosok. Kita ambil, kita bedah, dan kita pelajari (keteladanannya, Red) melalui forum-forum di kampus,” tuturnya.

Agenda tersebut diharapkan menjadi pemicu bagi generasi muda untuk memiliki sikap kritis dan paham terhadap situasi dan kondisi yang terjadi. Alissa juga menyampaikan, inovasi tersebut bukan ajang untuk menyanjung sosok Gus Dur. Melainkan, jika diperlukan, melihat kekurangan dari perjalanan dan perjuangan tokoh pluralisme tersebut. “Tapi, yang paling penting setelah mendapatkan itu semua, kita bisa mengaplikasikan, serta mengontekstualisasikan dalam kondisi saat ini,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian Jay Akhmad menyampaikan, UIN KHAS Jember merupakan kampus keenam yang melaksanakan Gus Dur Memorial Lecture pada tahun ini. Menurutnya, acara tersebut dilaksanakan di Jember bukan tanpa alasan. Jika melihat sejarah 40 tahun silam, Muktamar NU dilaksanakan di Situbondo. Dalam acara itu terpilih KH Ahmad Siddiq sebagai Rais Am Syuriah PBNU. Kemudian, Gus Dur terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah PBNU. “Hari ini saya rasa tidak hanya berbicara Gus Dur Memorial Lecture. Tapi, sekaligus memperingati bertemunya dua tokoh besar NU dan Bangsa Indonesia,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Wakil Rektor I UIN KHAS Jember Prof Dr M. Khusna Amal menyampaikan, ada pertimbangan dibentuknya Gus Dur Corner, yang bersebelahan dengan KH Ahmad Siddiq Corner di perpustakaan tinggi itu. Salah satu pertimbangannya adalah Gus Dur dianggap sebagai tokoh istimewa, karena hampir seluruh elemen memberikan apresiasi kepada tokoh tersebut. “Beliau tidak hanya dikenal sebagai Presiden Ke-4 RI. Tapi juga Bapak Pluralisme, karena gagasan dan perjuangannya dalam membela dan menyemaikan kebinekaan di Indonesia,” pungkasnya. (ham/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#uin khas #Jember #UIN KHAS Jember #gus dur