Ketika Hobi Merawat Burung Menjadi Berkah
Anakan Sekalipun Antre yang Pesan
Hobi, kreativitas, dan jiwa entrepreneur jika dimanfaatkan dengan baik bukan tidak mungkin menjadi cara untuk meraup rupiah. Seperti pengusaha burung perkutut, Mochammad Erfan.
ILHAM WAHYUDI,
Candijati - Radar Jember
PRIA itu terlihat telaten merawat burung perkutut di halaman rumahnya.
Satu per satu diberikan makan sesuai dengan takaran yang sudah ditentukan.
Sesekali dia bersiul dan menjentikkan jarinya.
Wajahnya tampak semringah melihat hewan peliharaannya tumbuh dengan baik.
Kegiatan tersebut hampir setiap hari dilakukan oleh Mochammad Erfan, peternak burung perkutut di Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Jember.
Memelihara burung perkutut merupakan salah satu hobi yang ditekuni pria itu dalam waktu yang cukup lama.
Hasilnya dia bisa meraup cuan hingga jutaan rupiah setiap bulannya. Dia memanfaatkan lahan sempit untuk beternak burung perkutut.
Terlihat halaman rumahnya dipenuhi burung perkutut dengan berbagai jenis.
Setiap hari selalu dirawat dengan baik, sehingga harga jualnya juga bagus.
Berbeda dengan kebanyakan orang pada umumnya, untuk menyalurkan hobinya yang harus mengeluarkan cuan yang tidak sedikit.
Namun berbeda dengan Erfan, menjalankan hobi dengan biaya yang tak banyak.
Dia mampu mendapatkan uang jutaan rupiah setiap bulan dari hasil penjualan burung peliharaannya.
Ketika ditemui Jawa Pos Radar Jember, Erfan mengaku awalnya hanya hobi memelihara burung perkutut.
Seiring waktu, dia memutuskan untuk mengikuti sejumlah kontes burung. Bahkan bukan hanya di Jember.
Pria tersebut pernah ikut kontes burung tingkat nasional di Yogyakarta, beberapa waktu lalu.
Keputusannya itu ternyata membawa dampak positif bagi dirinya.
“Karena sering ikut kejuaraan, mulai banyak yang nawar mau beli burung perkutut saya,” katanya.
Melihat peluang tersebut, Erfan memutuskan untuk terus mengembangkan hobinya.
Tidak sebatas memelihara, tapi juga usaha jual beli burung perkutut. Banyak pencinta perkutut dari luar daerah sengaja datang ke tempatnya untuk membeli peliharaan milik pria yang ramah senyum itu.
“Kadang masih anakan gitu sudah dipesan sama pelanggan. Ya, saya jual dengan harga yang sesuai,” imbuhnya sembari tersenyum.
Erfan mem bandrol sepasang anakan burung perkututnya mulai dari harga Rp 500 ribu.
Namun, untuk perkutut kualitas kontes, setiap ekor dibanderol dengan harga mulai Rp 1 juta.
Harga tersebut dinilai sesuai dengan kualitas burung yang akan didapatkan oleh pembeli.
“Kalau pembeli sepakat, orangnya senang, ya, sudah kami lepas,” tuturnya.
Untuk menjalankan usaha jual beli perkutut, Erfan memiliki kurang lebih 10 kandang di pekarangan rumahnya.
Setiap kandang diisi dua ekor indukan. Dari hasil ternaknya, dia mampu meraup cuan jutaan rupiah setiap bulannya.
Berbekal kepercayaan pelanggan dan kualitas burung yang diperjualbelikan.
“Kurang dari dua hingga tiga bulan, pasti ada orang yang datang ke sini untuk beli perkutut,” pungkasnya. (c2/nur)
Editor : Radar Digital