SUMBERLESUNG, Radar Jember - Keseruan anak-anak dan pelajar binaan Tanoker Ledokombo begitu tampak saat mereka melangsungkan edukasi ngalam di Pasar Lumpur, Desa Sumberlesung, Kecamatan Ledokombo.
Bahkan, saking asyiknya, mereka ogah untuk berhenti bermain, meskipun matahari nyaris tenggelam.
Permainan di Pasar Lumpur ini diikuti oleh para pelajar dari SMA Bumi Cendekia Yogyakarta dan mahasiswa dari Universitas Pelita Hati (UPH) College Tangerang, kemarin.
Ajang pertukaran budaya itu berlangsung hangat.
Pelajar dan mahasiswa berdatangan.
Mulai dari perjamuan, permainan egrang, pertukaran budaya, hingga bermain bola lumpur.
Mereka pun begitu cerita dengan permainan tradisional tersebut.
Founder Tanoker Ledokombo Farha Ciciek mengatakan, kegiatan itu merupakan sebuah pertemuan yang memberi pemahaman luas terhadap anak-anak di Kecamatan Ledokombo.
“Tentu dengan keberanekaragaman ini memberi pengetahuan luas terhadap mereka. Saling bertukar budaya, bermain bersama, dan saling mengenal,” jelasnya.
Ciciek menyebut, edukasi itu tentu sangat penting bagi tumbuh perkembangan anak.
Selain untuk memberikan pengetahuan terkait toleransi, juga sebagai salah satu upaya mempertahankan budaya yang ada, seperti bermain egrang dan bola lumpur.
“Kegiatan yang berlangsung sejak Rabu (11/9) ini juga ada kolaborasi dengan mahasiswa Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember,” imbuhnya
Sementara itu, guru UPH College Tangerang, Theresia Christy, mengaku kagum dengan kultur yang ada di Kecamatan Ledokombo.
Apalagi mereka yang ikut mayoritas dari kalangan perkotaan, sehingga saat mengikuti sejumlah permainan dan edukasi budaya, ada sebagian yang kaget.
“Mereka tidak terbiasa main lumpur. Namun, setelah mencoba malah keasyikan,” paparnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh siswa SMA Bumi Cendekia Yogyakarta, Naila Alvina Zahra.
Ia bersama empat rekannya mengaku senang bisa berkesempatan mengikuti live in di Ledokombo. (dhi/c2/nur)
Editor : Radar Digital