Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Soal Maraknya Kasus Begal di Jember, Jadi Atensi Polisi, Warga Diimbau Tetap Waspada, Ini Kata Kasat Reskrim Polres Jember

Radar Digital • Senin, 16 September 2024 | 22:40 WIB

 

“Kami selalu mengatensi kaitan kasus kejahatan jalanan, termasuk curas, curanmor, dan begal.”  AKP Abid Uais Al-Qarni Aziz  Kasat Reskrim Polres Jember
“Kami selalu mengatensi kaitan kasus kejahatan jalanan, termasuk curas, curanmor, dan begal.” AKP Abid Uais Al-Qarni Aziz Kasat Reskrim Polres Jember

KASUS kriminalitas, khususnya pencurian, perampokan, dan begal, sedang marak terjadi di Jember. Viralnya beberapa kasus tersebut membuat masyarakat merasa resah.

Kemudian, muncullah opini Jember darurat kriminalitas, karena saking banyaknya aksi kejahatan. Keamanan Jember 24 jam pun dipertanyakan.

Seiring dengan berbagai kasus kriminal, polisi telah mengungkap sebagian pelakunya. Salah satu kasus yang amat meresahkan adalah begal.

Sebab, para pelakunya tak segan menghabisi nyawa korban menggunakan senjata tajam. Apalagi tak lama ini aksi pembegalan terjadi di daerah kota.

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Abid Uais Al-Qarni Aziz mengungkapkan, ramainya kasus kriminal di Jember sebenarnya bukan hal baru dalam beberapa bulan terakhir.

Disebutkan, sedikitnya dalam satu bulan ada 200 laporan pidana dari masyarakat yang masuk ke SPKT Polres Jember.

“Itu berbeda lagi dengan hasil temuan kami,” ungkapnya saat ditemui di ruang Satreskrim Polres Jember, Jumat (13/9).

Dikatakan, selama dua bulan terakhir, ada lima kasus begal motor yang terjadi di Jember dan viral di media sosial. Pihaknya mengaku selalu berusaha melakukan pengungkapan perihal itu.

“Upaya-upaya dari kepolisian, kami selalu mengatensi kaitan kasus kejahatan jalanan, termasuk curas, curanmor, dan begal,” paparnya.

Menurutnya, polisi sudah berupaya maksimal dalam melakukan penanganan dan pencegahan.

“Terkait begal ini, kami saling edukasi. Masyarakat juga yang harus jeli dan lebih paham terkait bagaimana berkendara atau situasi-situasi yang dirasa rawan,” pintanya.

Abid mengimbau kepada masyarakat Jember untuk berhati-hati apabila berkendara.

Apalagi seorang diri. Menghindari tempat-tempat tanpa penerangan atau keluar pada jam malam.

“Kalau lihat TKP, (pelaku, Red) tidak melihat waktu dan tempat,” katanya.

Dia mengatakan, tindakan kriminal bisa terjadi di mana pun dan kapan pun. Di mana ada kesempatan, tambahnya, di situlah aksi kejahatan bisa dilakukan. Oleh sebab itu, di mana pun masyarakat diminta perlu mempertimbangkan situasi yang dirasa aman.

“Jadi, jangan dikaitkan dengan TKP satu dengan yang lain. Itu memang sudah siklus dari para pelaku. Ada kesempatan dan celah, mereka lakukan aksinya,” tekannya lagi. (sil/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #Polres Jember