Radar Jember – Tidak hanya wisata pantai, di Jember juga memiliki daerah dataran tinggi yang juga tak kalah indah. Terletak di Desa Galeng Kecamatan Sumberbaru, Gunung Gambir merupakan sebuah sebuah daerah dataran tinggi yang ditanami teh.
Perkebunan teh hasil dari peninggalan kolonial Belanda ini memiliki luas 22 hektar dengan ketinggian 900 mdpl. Pegunungan Gambir ini juga masih terletak di lereng Gunung Argopuro.
Perkebunan yang ada sejak tahun 1918 ini dulunya berada dibawah pemerintahan Kolonial Belanda. Wisata ini juga menjadi wisata rujukan yang populer bagi para masyarakat Besuki dan sekitarnya.
Dari sejarahnya sendiri, Gunung Gambir merupakan perkebunan teh yang didirikan sejak tahun 1918 oleh pemerintah Kolonial Belanda. Kebun teh ini menjadi perkebunan yang hasil panennya memiliki kualitas tinggi dan diekspor keberbagai negara di Eropa.
Setelah merdeka, perkebunan teh ini dinasionalisasikan menjadi milik negara yang dinaungi oleh PT Perkebunan Nusantara XII (PTPN XII). Selain jadi tempat perekebunan, wilayahnya yang indah menjadikan tempat ini digunakan untuk tempat wisata.
Di sepanjang tempat, para wisatawan bisa melakukan foto dengan spot perkebunan teh hijau yang menjulang jauh. Selain itu, kualitas udara yang ada di Gunung gambir juga segar dan sejuk membuat para wisatawan kota bisa menghirup udara segar di sini.
Tidak hanya menawarkan pemandangan yang menakjubkan, di Gunung Gambir juga telah dilengkapi dengan fasilitas modern untuk menyamankan para pengunjung.
Selain itu terdapat spot foto selfie yang nemampakkan pemandangan kebun teh yang sangat luas. Akses untuk pengunjung juga telah diperbaiki sehingga mempermudah bagi mereka yang ingin berwisata di sini.
Untuk sekarang, tiket masuk yang ditarik kepada setiap orang adalah Rp 10 ribu saja. Operasional beerkunjung di perkebunan teh peninggalan Belanda ini mulai dari jam 08.00 hingga 17.00. (ving)
Editor : Radar Digital