Radar Jember – Jika dibilang soal sejarah, terdapat beberapa air terjun di daerah Jember yang mempunyai mitos dan legenda tersendiri. Mitos yang berkembang di masyarakat sudah melekat dan menjadi cerita dari berbagai kalangan.
Salah satu air terjun yang menjadi objek wisata sekaligus memiliki mitos tersendiri yaitu Air Terjun Tujuh Bidadari. Air terjun yang terletak di daerah Rowosari Kecamatan Sumberjambe ini menampilkan pesona alam yang sangat indah.
Sebelum membahas mitos dari Air Terjun Tujuh Bidadari, mari membahas bagaimana keadaan sekitar di wisata ini.
Untuk mencapai ke sana para pengunjung harus berjalan kaki karena tempatnya yang tepat berada di dalam hutan. Dengan membayar tiket Rp. 5 ribu saja, para wisatawan bisa masuk dan berwisata di sini.
Tempatnya yang berada di hutan sangat memperngaruhi kualitas udara dan air di sana yang bersih dan jarang dijamak untuk hal sehari-hari. Selain itu ada kolam renang yang dapat digunakan untuk bermain air bagi anak-anak.
Para wisatawan juga bisa mandi dan menikmati dinginnya air. Kesegaran air tropis menghadirkan energi alam yang dapat dirasakan yang membuat tenang hati dan batin.
Selain itu, akses menuju ke Air Terjun Tujuh Bidadari ini juga sudah dilengkapi oleh penunjuk arah. Bagi pengunjung yang belum pernah ke sini ataupun dari luar Jember akan dimudahkan dan meminimalisir tersesat saat mengunjungi tempat ini.
Setelah membahas lokasi dan berbagai fasilitas yang ada, kekayaan mitosnya juga tidak kalah penting dari tempat ini.
Diketahui bahwa air terjun ini memiliki tujuh grojokan. Diberi nama tujuh bidadari karena di sepanjang sungainya terdapat tujuh tebing yang menghantarkan air terjun menuju ke bawah. Masing-masing dari tujuh tebing ini dianggap sebagai bidadari.
Hal tersebut dikaitkan dengan di setiap tebingnya menunjukkan keindahan alam layaknya surgawi yang sangat memanjakan mata.
Jika diperhatikan dari lokasinya yang disembunyikan di dalam hutan hujan tropis membuat tujuh air terjun tersebut mempunyai air yang sangat bersih dan bermanfaat bagi kebutuhan warga sehari-hari di hilirnya.
Hal itu ternyata menjadi satu alasan mengapa dinamakan sebagai air terjun tujuh bidadari.
Editor : Radar Digital