SUMBERSARI, Radar Jember - Di dunia perkopian cukup jarang ditemukan barista atau penyaji kopi perempuan. Namun, berbeda dengan kafe yang satu ini. Ada perempuan yang cukup lihai meracik kopi di Cafe Discus Jember. Kini, kopi tersebut sudah menjadi bagian dalam perjalanan hidupnya.
Perempuan ini adalah Pratiwi Dwi Librana. Dia berasal dari Desa Kawangrejo, Kecamatan Mumbulsari. Karirnya di bidang barista dia mulai sejak tahun 2021.“Awalnya untuk mengisi waktu sambil kuliah daring saat Covid-19, dan keterusan hingga saat ini,” ucapnya.
Kecintaannya terhadap kopi mulai tumbuh sejak ia sering berinteraksi dengan berbagai jenis aroma kopi. “Aromanya membuat candu. Dari berbagai jenis kopi yang pernah aku olah, selalu berhasil bikin jatuh hati,” imbuhnya.
Selain aroma, karakter rasa dari berbagai jenis kopi pun pernah ia cicipi. Terutama robusta, arabika, dan kopi nangka. “Ketiga jenis kopi ini yang selalu menemani hari-hari saya,” ungkapnya.
Tiwi, sapaan akrab lulusan akuntansi Universitas Muhammadiyah ini, mengaku lebih senang menjadi barista. Bahkan dalam dunia perkopian itu ia ingin melangkah lebih jauh lagi hingga mampu menjadi barista profesional yang tersertifikasi. “Keinginan saya, ya, pengennya terus berkarir di dunia barista. Bahkan sampai bisa memiliki sertifikasi, karena memang jarang ada barista perempuan, terutama di Jember,” paparnya.
Tiwi menyebut sangat menikmati menjadi seorang barista. Apalagi kopi merupakan salah satu suguhan utama dalam setiap perjumpaan. “Suguhan kopi sudah menjadi kultur di Indonesia, tepatnya di kampung kelahiran saya,” sebutnya.
Setiap harinya, ia bekerja sebagai barista selama delapan jam. Baik sif pagi maupun malam. Selain pekerjaan yang membuatnya jatuh cinta terhadap kopi, ia juga mengatakan sebagai salah satu pegangannya untuk membangun karir kelak. “Perempuan juga berhak berpenghasilan secara mandiri. Ini pegangan saya untuk menambah pengalaman, monggo, Mas,” ucap Tiwi sembari menyuguhkan kopi racikannya.
Karir sebagai lulusan sarjana akuntansi tentu juga ingin ia rajut. Namun, kopi tak akan pernah ia singkirkan. Harapannya ketika sudah mulai fokus sesuai jurusannya, ia juga bermimpi untuk membuka usaha kafe kecil-kecilan. “Yang pasti kopi pasti menjadi bagian dalam perjalanan hidup saya,” pungkasnya. (dhi/c2/nur)
Editor : Radar Digital