RADAR JEMBER - Situs Beteng merupakan sebuah situs candi gapura yang dibangun pada masa kerajaan Majapahit oleh Raja Brawijaya V. Terletak di Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, situs ini berjarak sekitar 30 km dari pusat kota.
Situs Beteng memiliki sejarah yang menarik, terkait dengan upaya Raden Fatah, keturunan Raja Brawijaya V, untuk menyerang Majapahit.
Raden Fatah yang memiliki kekuatan besar mengejar Raja Brawijaya V hingga ke daerah Tengger.
Ketika Raja Brawijaya V dan pengikutnya melarikan diri ke selatan Jawa Timur, mereka mendirikan benteng pertahanan di Jember yang dikenal sebagai Situs Beteng.
Abdul Gani, juru kunci Situs Beteng menjeleaskan bahwa Raden Fatah berusaha menyerang Majapahit untuk mengubah agama Raja Brawijaya V.
Situs Beteng ditemukan pada tahun 1939 oleh seorang warga yang sedang mencari kayu bakar.
Warga tersebut terkejut menemukan hamparan tanah seluas 5 hektar terletak di tengah hutan, lengkap dengan gundukan tanah dan puing-puing batu bata setinggi 2,5 meter dan tebal 80 cm.
Di salah satu sisi situs, ditemukan sumur yang tidak pernah kering, bahkan saat musim kemarau.
Sumur yang ditemukan di Situs Beteng kemudian dijadikan tempat bertapa dan pagelaran wayang oleh warga setempat.
Namun, Abdul Gani menyampaikan bahwa situs ini kurang terurus karena usia yang sudah tua dan kurangnya perhatian dari pemerintah daerah. Masalah utamanya adalah minimnya dana yang tersedia.
Tahun 2018 lalu, Situs Beteng resmi dijadikan sebagai Wisata Desa Sidomekar.
Langkah tersebut diambil untuk mendukung masyarakat desa Semboro dalam mengambangkan situs tersebut dan menjadikannya sebagai objek wisata edukasi dan pariwisata.
Tujuannya, untuk menarik wisatawan dan meningkatkan APBD Jember.
Dengan ditetapkan sebagai desa wisata, Situs Beteng diharapkan dapat memperoleh perhatian yang lebih baik dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Diharapkan, Situs Beteng tidak hanya sebagai tempat pelestarian sejarah, tetapi juga sebagai daya tarik wisata yang dapat meningkatkan kesejahteraan daerah.
Editor : Radar Digital