Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Begini Jejak Megalitikum di Desa Kamal, Peninggalan Sejarah yang Tersembunyi di Jember

Radar Digital • Rabu, 4 September 2024 | 23:00 WIB
BERSEJARAH: Batuan megalitikum di Situs Duplang, Desa Kamal, Kecamatan Arjasa.
BERSEJARAH: Batuan megalitikum di Situs Duplang, Desa Kamal, Kecamatan Arjasa.

 

Radar Jember - Di Jember, tepatnya di Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, terdapat jejak sejarah yang menarik dari zaman megalitikum. Desa ini menyimpan dua situs penting yang dikenal sebagai Situs Klanceng dan Situs Duplang.

Meski berada di kawasan pedesaan yang asri, situs-situs ini mengandung kekayaan sejarah yang tak ternilai harganya.

Bahkan, artefak dari zaman purbakala ini tersebar di berbagai tempat, mulai dari persawahan, pekarangan rumah warga, hingga halaman kantor desa.

Situs Klanceng menjadi salah satu tempat untuk menyelamatkan peninggalan bersejarah tersebut. Di sini, batu-batu kenong disusun rapi dan sering kali menjadi rujukan bagi para pelajar yang ingin belajar sejarah.

Wahyudi, sang juru pelihara, merawat dengan tekun situs ini, di mana terdapat sekitar 59 batu kenong, sebuah artefak yang unik dari zaman megalitikum. Batu kenong ini berbentuk bulat dengan tonjolan di atasnya.

Beberapa batu memiliki satu tonjolan yang dipercaya sebagai tanda tempat penguburan, sedangkan batu dengan dua tonjolan mungkin dulunya merupakan alas bangunan rumah.

Batu-batu kenong ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-4 Masehi. Awalnya, masyarakat sekitar mungkin tidak terlalu peduli dengan keberadaan batu-batu ini, namun seiring waktu, kesadaran akan pentingnya pelestarian benda-benda bersejarah mulai tumbuh.

Kini, batu-batu ini menjadi saksi bisu dari kehidupan masyarakat purba yang pernah menghuni kawasan ini.

Menurut Abdul Rahman, juru pelihara situs ini, jumlah batu megalitikum di Desa Kamal mencapai ribuan, banyak di antaranya masih terkubur di dalam tanah atau tersebar di tempat-tempat yang sulit dijangkau.

Meskipun begitu, mereka yang sudah berhasil dikumpulkan dan ditata di Situs Duplang kini dapat dinikmati oleh wisatawan serta menjadi bahan pembelajaran bagi pelajar dan peneliti.

Desa Kamal, dengan segala peninggalan megalitikumnya, memiliki potensi besar untuk dijadikan destinasi wisata budaya.

Selain menarik perhatian wisatawan lokal, situs-situs ini juga bisa menjadi magnet bagi wisatawan internasional yang tertarik pada sejarah dan arkeologi.

Namun, tantangan yang dihadapi adalah kurangnya fasilitas pendukung seperti listrik, toilet, dan tempat istirahat yang memadai.

Sudarman, salah satu juru pelihara situs, berharap pemerintah setempat dapat lebih memperhatikan pengembangan situs-situs ini agar bisa lebih nyaman dan menarik bagi para pengunjung.

Dengan pelestarian yang tepat dan pengelolaan yang baik, Desa Kamal bisa menjadi salah satu ikon wisata budaya di Jember yang akan terus mengingatkan kita pada jejak kehidupan nenek moyang dari zaman megalitikum.

Di samping itu, situs-situs ini juga memiliki potensi untuk menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat setempat, melalui pengembangan wisata sejarah yang berkelanjutan.

Editor : Radar Digital
#Jember #Desa #sejarah