PUGER KULON, Radar Jember - Anggota Satpolair Polres Jember terus melakukan patroli dialogis terhadap nelayan dan pedagang ikan yang ada di tempat pelelangan ikan (TPI) Puger. Ini untuk memberikan imbauan bersama anggota TNI AL kepada para pedagang ikan dan kepada nelayan.
Selain menyasar pedagang ikan berasal dari Puger juga menyasar pada pedagang dan nelayan dari luar Jember. Seperti nelayan dari Probolinggo, Madura, Bali , Tuban dan ikan dari Situbondo.
Ikan yang luar kota itu sangat rawan dengan menggunakan bahan kimia untuk mengawetkan ikannya. Untuk mengantisipasi itu semua, Satpol Air bersama TNI AL di PUger setiap hari melakukan patrol.
Kasatpolair Polres Jember AKP Hari Pamuji menyampaikan antisipasi adanya ikan yang diformalin atau diawetkan dengan bahan kimia harus dicegah. “Ikan hasil tangkapan nelayan Puger bukan hanya dikonsumsi oleh warga Jember saja, tetapi juga dari Lumajang, Bondowoso dan kabupaten lain,” katanya.
Dengan patroli itu pedagang diimbau agar benar-benar menjual ikan yang fresh atau tidak dicampuri dengan bahan kimia lainnya. Seperti diketahui, kondisi ombak akhir-akhir ini besar. “Sehingga TPI Puger mulai diserbu ikan dari luar Jember,” kata Hari Pamuji.
Melalui anggotanya, terus melakukan patroli dialogis menghimbau agar pedagang tidak mencampur bahan kimia untuk mengawetkan ikan yang dijual karena membahayakan konsumen. "Sementara anggota juga tidak henti hentinya memberikan himbauan kepada pedagang ikan untuk tidak menggunakan bahan pengawet," katanya.
Dikatakan, makanan merupakan kebutuhan pokok utama masyarakat untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Tidak terkecuali dengan ikan laut yang merupakan salah satu sumber energi yang memiliki kandungan kompleks yang dibutuhkan oleh tubuh mulai dari balita hingga dewasa.
Kabupaten Jember, merupakan salah satu kabupaten penghasil ikan laut yang besar dengan pusatnya di Kecamatan Puger. Satpolair Polres Jember bersama dengan TNI AL pun selalu bersinergi untuk melakukan pengawasan dan pengecekan terhadap ikan yang ada di TPI Puger. Ini agar tidak ada yang mencampur pengawet bahan kimia karena dapat merusak kesehatan.
“TNI AL dan Satpolair juga mengajak warga masyarakat agar kompak dalam menjaga kualitas ikan yang dijual kepada konsumen. Termasuk menjafa konsumen yang mengkonsumsi ikan dari luar Jember yang diperjualbelikan di TPI Puger,” pungkasnya. (jum/nur)
Editor : Radar Digital