Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ngadul Gani dan Perjuangan Melestarikan Peninggalan Majapahit di Situs Beteng Semboro, Jember

Radar Digital • Kamis, 29 Agustus 2024 | 19:40 WIB
DOK RJ
DOK RJ

Radar Jember – Terletak sekitar 33 kilometer dari pusat kota Jember, Situs Beteng Semboro adalah sebuah peninggalan Majapahit yang menarik perhatian banyak pihak, baik masyarakat lokal maupun akademisi.

Situs ini terkenal karena fondasi batu bata kuno yang tersisa, yang merupakan jejak dari masa kejayaan Kerajaan Majapahit.

Tidak hanya menjadi tempat wisata sejarah, Situs Beteng juga berfungsi sebagai kawasan edukasi.

Ngadul Gani sebagai juru kunci Situs Beteng, menjelaskan bahwa situs ini merupakan peninggalan Majapahit dari Raja Brawijaya V yang didirikan sekitar abad ke-15.

Situs ini dulunya merupakan benteng pertahanan dengan luas mencapai sekitar 2,5 kilometer persegi. Namun, kini yang bisa kita lihat hanya seluas lapangan sepak bola.

Namun, di masa sekarang ini hanya tersisa dari bangunan asli hanyalah fondasi dan beberapa batu bata kuno, sementara pagar dan bangunan lain adalah hasil rekonstruksi baru.

“Peninggalan yang asli saat ini hanya berupa fondasi dan batu bata. Untuk bangunan, pagar, dan yang lain ini bangunan baru. Peninggalan bangunan yang asli sudah roboh semua,” ujarnya.

Ngadul Gani adalah juru kunci keenam Situs Beteng, meneruskan tanggung jawab dari pendahulunya seperti Surodadi, Sukram, Mbah Gunung, Atmo Sutomo, dan Mat Salam, yang merupakan ayahandanya sendiri.

Gani telah lama mengabdikan dirinya untuk menjaga situs ini dan menggali cerita-cerita yang berkaitan dengan peninggalan Majapahit tersebut.

Di dalam lahan yang kini menjadi bagian dari desa setempat, masih banyak cerita yang belum terungkap sepenuhnya.

Pada awal penemuannya pada tahun 1939, Situs Beteng masih menyimpan berbagai barang peninggalan kuno seperti artefak, lumpang, sikat mandi, patung, keris, sembilan sumur, dan pecahan piring kuno.

Namun, dalam periode kelam tahun 1965-1966, situs ini sempat mengalami perusakan, di mana sebagian barang peninggalan berharga dibuang ke sungai dan sebagian lainnya dijual oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Gani mengungkapkan, “Bukan hanya itu, dulu bata-bata di sini juga banyak dibawa orang. Ada juga yang dijual. Sekarang sisanya tinggal sedikit.”

Di usia 72 tahun, Gani masih setia menjaga situs ini dan memastikan peninggalan Majapahit yang tersisa tetap terawat.

Meskipun banyak dari peninggalan Majapahit bersejarah yang telah hilang, masih ada sejumlah barang yang diselamatkan dan kini disimpan dalam bangunan baru yang khusus digunakan untuk melindungi barang-barang kuno tersebut.

Barang-barang ini termasuk lumpang dan artefak lain yang terbuat dari batu, tanah, dan keramik.

Gani pun berharap, dengan keberadaan situs ini sebagai tempat edukasi, generasi muda dan pengunjung lainnya dapat belajar dan memahami sejarah yang terkandung di dalamnya.

Ia juga menyarankan agar pengunjung yang datang tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga menggali cerita-cerita yang ada dan memahami pentingnya pelestarian situs bersejarah seperti ini.

Selain itu, di sekitar lokasi Situs Beteng juga terdapat sejumlah pemakaman kuno yang menambah nilai sejarah tempat ini.

Dengan berbagai cerita dan peninggalan yang ada, Situs Beteng Semboro diharapkan bisa terus menjadi pusat edukasi dan studi sejarah yang bermanfaat bagi banyak orang.

 

 

Editor : Radar Digital
#majapahit di jember #Jember #Sejarah Jember