Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Peninggalan Kerajaan Majapahit yang Hampir Terlupakan di Jember, Telusuri Jejak Sejarah Situs Beteng Semboro

Radar Digital • Selasa, 27 Agustus 2024 | 20:30 WIB
Sumber Foto: Website Resmi PPID
Sumber Foto: Website Resmi PPID

 

Radar Jember - Situs Beteng Semboro adalah sebuah situs bersejarah yang terletak di Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Situs ini pertama kali ditemukan pada tahun 1939 oleh seorang warga yang sedang mencari kayu bakar.

Saat itu, warga tersebut terkejut ketika menemukan hamparan tanah seluas 5 hektar di tengah hutan yang ternyata merupakan lokasi peninggalan bersejarah.

Situs ini diyakini berasal dari masa Kerajaan Majapahit, tepatnya pada masa pemerintahan Raja Brawijaya V. Menurut sejarah, Raja Brawijaya V, yang dikejar oleh Raden Fatah, keturunannya sendiri, melarikan diri ke selatan Jawa Timur.

Dalam pelariannya, Raja Brawijaya V dan para pengikutnya sampai di sebuah lapangan di Jember dan mendirikan benteng pertahanan yang kemudian dikenal sebagai Beteng Semboro.

Situs ini menjadi saksi sejarah penting dari upaya Raja Brawijaya V untuk mempertahankan kekuasaannya sebelum akhirnya Majapahit runtuh.

Di Situs Beteng Semboro, ditemukan beberapa peninggalan bersejarah yang sangat menarik. Salah satunya adalah batu bata berukuran besar yang diyakini berasal dari zaman Kerajaan Majapahit.

Selain itu, ditemukan juga artefak-artefak kuno berbahan tera kota dan keramik, meskipun sebagian besar sudah tidak berbentuk utuh.

Ada pula batu dakon dengan alu, yang diperkirakan digunakan untuk membuat ramuan obat-obatan pada masa itu, serta mata uang kepeng yang menambah bukti adanya aktivitas ekonomi di situs tersebut.

Uniknya, di salah satu sudut situs ini terdapat sebuah sumur kuno yang airnya tidak pernah kering, bahkan di musim kemarau.

Sumur ini kemudian dijadikan tempat bertapa oleh penduduk setempat dan masih digunakan hingga sekarang untuk berbagai acara tradisional, termasuk pagelaran wayang.

Sayangnya, meskipun memiliki nilai sejarah yang tinggi, Situs Beteng Semboro sempat tidak terurus dengan baik. Faktor usia situs yang sudah tua dan kurangnya perhatian dari pemerintah daerah menjadi salah satu penyebab utama kondisi ini.

Abdul Gani, sang juru kunci situs, menyebutkan bahwa dana yang minim membuat warga desa sulit merawat situs ini dengan maksimal.

Baru pada tahun 2018, saat pemerintahan dr. Faida, Situs Beteng Semboro resmi dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata Desa Sidomekar.

Tujuan dari penetapan ini adalah untuk membantu masyarakat setempat dalam mengembangkan potensi wisata sejarah dan edukasi, serta meningkatkan pendapatan daerah melalui pariwisata.

Situs ini sekarang menjadi tempat yang tidak hanya menawarkan sejarah, tetapi juga digunakan untuk pertunjukan seni tradisional dan upacara budaya.

Bagi pengunjung yang ingin datang ke Situs Beteng Semboro, mereka harus melapor terlebih dahulu kepada penjaga situs melalui nomor yang tertera di pintu masuk. Situs ini menjadikan pengalaman unik untuk menjelajahi jejak peninggalan Majapahit yang masih tersisa di Jember, sekaligus menjadi pengingat akan kekuatan dan ketahanan sejarah di Indonesia.

 

Editor : Radar Digital
#Jember #Sejarah Jember