Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pantai Kucur dan Puger Begini Mengungkap Sejarah, Mitos, dan Tradisi di Balik Keindahan Alam Jember

Radar Digital • Senin, 26 Agustus 2024 | 23:29 WIB
MEMESONA: Pantai Kucur menjadi salah satu kawasan wisata yang sangat prospektif. Inilah yang coba diusung Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman dalam mengedepankan promosi pariwisata Jember.
MEMESONA: Pantai Kucur menjadi salah satu kawasan wisata yang sangat prospektif. Inilah yang coba diusung Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman dalam mengedepankan promosi pariwisata Jember.

 

Radar Jember - Pantai Puger, terletak 36 km sebelah barat daya dari pusat kota Jember, dikenal sebagai destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam serta budaya maritim yang kental. Dengan barisan kapal kayu tradisional dan tempat pelelangan ikan, pantai ini menarik para pengunjung yang ingin menikmati suasana pantai sambil membeli ikan segar langsung dari nelayan setempat.

Namun, di balik keindahannya, Pantai Puger juga menyimpan banyak cerita rakyat, mitos, dan tradisi yang telah diwariskan turun-temurun. Salah satu tradisi yang paling dikenal adalah Larung Sesaji.

Larung Sesaji sebuah ritual tahunan yang dilakukan sebagai bentuk syukur para nelayan kepada Tuhan atas keselamatan selama melaut. Dalam tradisi ini, nasi tumpeng dan sesaji lainnya dilarung ke laut sebagai persembahan kepada penguasa Laut Selatan.

Pantai Kucur, yang terletak sekitar 5 km dari Pantai Puger, juga memiliki daya tarik tersendiri. Selain pemandangan yang indah, pantai ini dikenal dengan kehadiran kawanan monyet merah.

Mitos lokal menyebutkan bahwa monyet-monyet ini adalah jelmaan dari bala tentara Kerajaan Mataram yang dikutuk.

Pengunjung yang menyakiti monyet-monyet ini diyakini akan mendapatkan malapetaka.

Sebaliknya, memperlakukan mereka dengan baik diyakini akan membawa keberuntungan.

Keunikan Pantai Kucur tidak hanya terletak pada mitosnya.

Pantai ini juga memiliki petilasan bekas pertapaan Mbah Kucur, seorang prajurit dari Kerajaan Mataram yang ditugaskan mengawal Pangeran Puger.

Petilasan ini menjadi tujuan wisata spiritual, terutama pada hari Kamis dan malam Jumat. Setiap tanggal 15 Muharram, upacara adat larung sesaji petik laut juga diadakan di sini, menarik banyak pengunjung yang ingin menyaksikan ritual tersebut.

Selain itu, masyarakat Puger juga memiliki berbagai pantangan yang dipercaya untuk menjaga kesejahteraan saat melaut.

Salah satunya adalah larangan mengucapkan kata-kata kotor atau sombong saat berada di laut, yang diyakini dapat menyebabkan ombak besar dan mengganggu hasil tangkapan ikan.

Para nelayan juga percaya bahwa keberhasilan menangkap ikan dipengaruhi oleh arah angin yang ditentukan melalui sesaji yang dilarung ke laut.

Jika sesaji tersebut berlabuh ke arah utara dan berhenti lama di tengah laut, itu menandakan bahwa banyak ikan yang berkumpul di tempat tersebut.

Pantai Puger dan Pantai Kucur bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga cerminan kehidupan masyarakat setempat yang sangat menghormati tradisi dan mitos yang telah diwariskan nenek moyang mereka.

Kisah-kisah ini tidak hanya menambah daya tarik kedua pantai tersebut, tetapi juga mengajarkan kita untuk selalu menghargai alam dan kebudayaan lokal.

Dengan keindahan alamnya yang menawan dan cerita-cerita menarik yang menyertainya, Pantai Puger dan Pantai Kucur menjadi destinasi yang layak untuk dikunjungi.

Bagi para wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam sambil mengenal lebih dekat budaya dan tradisi lokal, kedua pantai ini menawarkan pengalaman yang tak terlupakan.

Editor : Radar Digital
#Jember #pantai kucur jember #pantai jember