Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Mengenal Pembawa Baki di Upacara HUT Kemerdekaan di JSG Jember, Siapa Dia?

Radar Digital • Rabu, 21 Agustus 2024 | 01:18 WIB

MEMBANGGAKAN: Shazia Putri Mahdika, pembawa baki Paskibraka Jember, dalam upacara penurunan bendera HUT Ke-79 RI  di Stadion JSG, Sabtu (17/8) lalu.(YULIO FA/RADAR JEMBER)
MEMBANGGAKAN: Shazia Putri Mahdika, pembawa baki Paskibraka Jember, dalam upacara penurunan bendera HUT Ke-79 RI  di Stadion JSG, Sabtu (17/8) lalu.(YULIO FA/RADAR JEMBER)
 

Shazia, Pembawa Baki Upacara Penurunan Bendera HUT RI

Belum Puas meski Cita-Cita SD Lunas

Salah satu yang disorot publik dalam upacara HUT RI adalah pembawa baki pengibaran bendera. Jawa Pos Radar Jember selain menulis itu, juga mencermati pembawa baki saat penurunan bendera.

M ADHI SURYA,

AJUNG, Radar Jember - Senyum manis seakan tak pernah hilang dari wajah Shazia Putri Mahdika.

Meski dalam posisi sikap tegap sempurna, dia tetap memperlihatkan energi positif kepada setiap mata yang memandang, saat upacara penurunan bendera memperingati Hari Ulang Tahun Ke-79 Republik Indonesia (HUT Ke-79 RI).

Shazia mengaku tak menyangka berhasil lolos seleksi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Jember tahun 2024. Usaha kerasnya selama ini terbayar tuntas, bahkan lebih dari apa yang dibayangkan. Dia pun mengaku senang bisa menjadi pembawa baki saat upacara penurunan bendera di Stadion Jember Sport Garden, Sabtu (17/8) sore.

Perempuan ini berasal dari Desa/Kecamatan Mumbulsari. Dia berhasil terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) setelah mengikuti seleksi pada bulan Februari lalu.

Keikutsertaannya dalam menjalankan amanat Paskibraka itu sudah menjadi mimpinya sejak ia SD. Bahkan ia tak hanya bermimpi, namun juga terselip doa dan usaha selama bertahun-tahun.

“Sejak SD ketika upacara saya senang memilih menjadi pengibar bendera,” jelasnya.

Tak hanya itu, perempuan berusia 16 tahun itu tampak aktif mengikuti sejumlah ekstrakurikuler pendukung. Salah satunya paskibra di SMA 3 Jember.

Tepat saat baru saja duduk di bangku kelas 3 SMA, ia bertekad bulat untuk mengikuti ajang seleksi Paskibraka Jember.

Mulai dari seleksi tingkat sekolah, kecamatan, hingga kabupaten.

Saat ikut seleksi, Shazia tak menampakkan keraguannya sedikit pun. Atas dorongan impian masa kecilnya yang terselip doa dan usaha, ia yakin bisa lolos menjadi anggota inti Paskibraka Jember.

“Percaya dengan pepatah, usaha tidak akan mengkhianati hasil,” ungkapnya.

Tak disangka, terpilihnya dia menjadi anggota Paskibraka Jember di luar ekspektasinya. Semula hanya cukup menjadi bagian, ternyata ia diamanahi sebagai pembawa baki pada saat upacara penurunan bendera.

“Di luar ekspektasi saya, bisa terpilih menjadi pembawa baki saat upacara penurunan bendera. Tentu saya sangat senang. Begitu pun orang tua,” ucapnya.

Shazia menyebut, selama latihan setelah lolos proses seleksi hingga dikarantina, banyak pengalaman yang didapatkan.

Terutama dalam menjalankan kedisiplinan dan keterampilan sebagai anggota Paskibraka.

“Terutama relasi, dan menjaga tanggung jawab,” paparnya.

Dia pun sangat menikmati selama proses latihan, meski penuh dengan pressing. Sebab, hampir setiap hari sejak pemusatan latihan di JSG semua anggota Paskibraka Jember melangsungkan latihan, yang dididik langsung oleh TNI dan Bakesbangpol Jember.

Seperti diketahui, latihan Paskibraka bukanlah hal yang mudah. Terutama menjaga sikap, sifat, hingga tanggung jawab.

“Kami diajarkan makna sesungguhnya dalam peraturan baris-berbaris (PBB). Tidak hanya persoalan maju jalan dan siap gerak. Namun, lebih dalam daripada itu,” imbuhnya.

Setelah berhasil menjadi pasukan inti Paskibraka Jember, ia tak ingin berhenti di situ. Bahkan, ingin menggapai hingga tingkat yang lebih tinggi atau nasional. (c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #JSG #upacara