Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Menengok Peternakan Sapi di Rembangan Dairy Firm Jember, Begini Keseruannya

Radar Digital • Kamis, 15 Agustus 2024 | 20:56 WIB

Photo
Photo
 

KEMUNING LOR, Radar Jember – Rembangan menjadi lokasi wisata yang cukup dekat dengan pusat kota Jember. Apalagi, memiliki sensasi udara sejuk, karena berada di daerah perbukitan. Tepatnya di lereng Pegunungan Argopuro.

Walau Rembangan terkenal dengan wisata pemandangan perbukitan, hotel, dan restoran, tapi ada juga wisata peternakan sapi perah di sana. Agar mengetahui lebih dekat bagaimana proses memerah sapi, pengunjung harus datang pada siang hari. Bukan pagi hari.

Staf nutrisi ternak Rembangan Dairy Farm, Rifqi Thufail, mengatakan, peternakan sapi perah di Rembangan di bawah naungan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jember. Keberadaannya pun cukup lama di tengah-tengah masyarakat Jember.

Seiring berjalannya waktu, kondisi peternakan telah dipercantik. Sebab, ada target pembelian dari wisatawan. Saat ini terdapat 50 sapi di Rembangan Dairy Farm. Sebanyak 44 di antaranya adalah sapi perah. Sementara, sisanya merupakan sapi pedaging jenis limosin. Dari 44 sapi perah yang ada, hanya 10 yang aktif menghasilkan susu. “Banyak yang masih kecil. Ada yang jantan juga. Yang saat ini bisa diperah hanya 10 ekor,” jelasnya.

Setiap satu ekor sapi, kata dia, setidaknya dapat menghasilkan 10 liter susu tiap harinya. Dengan begitu, peternakan tersebut dapat menghasilkan kurang lebih seratus liter per hari. Pemerahan susu sapi dilakukan dua kali tiap harinya, yakni pukul 01.00 dan pukul 13.00. “Susu itu paling banyak dihasilkan saat tengah malam” sebut pria 26 tahun itu.

Dia mengakui banyak wisatawan Rembangan yang mampir ke peternakan sapi perah itu mengira pemerahan sapi dilakukan pada pagi hari. “Kalau mau melihat proses pemerahan sapi itu datangnya siang hari. Pukul 1 siang dan 1 malam proses pemerahan sapi,” ucapnya.

Rembangan Dairy Farm tidak hanya menjual susu segar. Tapi, juga dikemas dengan botol kecil dengan berbagai rasa. Tak tanggung-tanggung, terdapat setidaknya 22 varian rasa yang bisa dipilih pembeli.

Staf Rembangan Dairy Farm, Fajar Ramadhani Putra, menambahkan, produk susu dari Rembangan ini tidak hanya dibeli wisatawan. Namun, juga dikirim ke luar kota bahkan luar pulau apabila ada pesanan. “Setelah diperah, susu segar dipasteurisasi, kemudian baru dicampur berbagai rasa. Ada pula yang original. Kalau disimpan dalam keadaan beku bisa bertahan hingga 6 bulan,” sebut Fajar. (yul/c2/dwi)

 

Editor : Radar Digital
#Jember #Sapi #rembangan