KALIWATES, Radar Jember – Aksi hacker ada-ada saja. Kali ini, sejumlah akun bisnis perhotelan di Kabupaten Jember diretas dan nomor telepon layanan pem-booking-an hotel diganti. Kasus ini pun dilaporkan ke Polda Jawa Timur, Polri, hingga ke perusahaan Google sebagai peramban layanan.
Peretasan akun bisnis hotel ini terjadi beberapa hari terakhir dan kemarin baru pulih lagi. Namun demikian, hacker masih mungkin menyerang akun bisnis itu lagi. Untuk itu, perlu pengecekan secara berkala dan pengamanan akun.
Modus yang dilakukan hacker yakni memasukkan nomor pribadi ke dalam akun bisnis hotel. Tujuannya agar pengguna jasa memesan hotel ke nomor telepon hacker dan diarahkan untuk membayar transfer ke rekening yang disiapkan. Iming-iming agar konsumen tertarik jasa hotel pun ditawarkan, seperti diskon khusus yang lebih murah.
Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember Tegoeh Soeprajitno membenarkan serangan hacker tersebut. Menurutnya, hal serupa juga terjadi di berbagai daerah lain di Indonesia. Namun demikian, tidak semua hotel di Jember mengalami kejadian tersebut.
“Peretasan diketahui sejak Sabtu lalu. Hari Selasa sudah bisa diatasi,” katanya. Rabu kemarin, semua akun yang diretas sudah normal lagi.
Selain melakukan pemulihan akun bisnis hotel, PHRI Jatim dan pusat juga melaporkan kasus itu ke Polda Jatim hingga Polri. Tak hanya itu, laporan juga disampaikan kepada pihak Google. Khusus untuk Jember, Teguh menegaskan tidak membuat laporan kepada Polres Jember. “Selain sudah ditangani dengan baik, setelah kami tanyakan kepada pihak hotel, mereka mengaku tidak ada yang dirugikan,” imbuhnya.
Melihat peristiwa tersebut, Teguh menyampaikan, pengelola akun bisnis hingga website hotel di Jember dicek secara berkala. Jika terdapat hal yang berubah, dia meminta untuk segera dilaporkan kepada pihak terkait. Sehingga dapat langsung dilakukan penanganan, sebelum ada korban yang merasa dirugikan. “Selama ini banyak yang tidak pernah dicek. Hanya dibiarkan begitu saja,” tegasnya.
Sementara itu, software developer Jember, Ahmad Saifur, mengatakan, secara umum untuk mengantisipasi serangan hacker, diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Ini penting guna menjaga dan merawat akun bisnis hingga website hotel. “Ibarat rumah, kalau hanya dibuat kemudian dikunci, tidak menjamin aman. Perlu orang yang menjaga dan merawat,” tegasnya.
Dia juga menyebut, potensi peretasan terhadap website juga selalu ada. Khususnya website yang sudah pernah diretas sebelumnya. Oleh sebab itu, dia menilai perlu dilakukan investigasi menyeluruh terhadap akun bisnis maupun website hotel untuk mengetahui celah keamanan yang rentan dimanfaatkan oleh peretas. “Celah keamanan, bisa dari sisi script-nya atau dari sisi server-nya,” pungkasnya. (ham/c2/nur)
Editor : Radar Digital