JEMBER LOR, Radar Jember – Pembangunan Alun-Alun Jember terus dilakukan. Sejak dipugar pada awal Juni, progres pembangunannya diketahui baru sekitar 30 persen. Dalam inspeksi mendadak (sidak), kemarin, pekerjaan itu diminta agar tidak molor alias selesai sesuai kontrak kerja.
Sidak ini dilakukan Komisi A DPRD Jember bersama Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK) Jember. Di lokasi diketahui semua pohon palem telah dicabut, keramik di area jogging track dan jalur pedestrian didongkel, tempat bermain anak dipugar, hingga beberapa titik lainnya juga dirombak.
Meski pekerjaan sudah berjalan sekitar dua bulan, progresnya dinilai masih cukup minim. Baru sekitar 30 persen. Padahal, pekerjaan pembangunan mengubah wajah alun-alun itu ditargetkan rampung pada Oktober 2024.
Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni menyebut ada sejumlah temuan pekerjaan yang progresnya belum maksimal. Bahkan ada material yang dinilai tak sesuai spesifikasi. "Kami melihat ada beberapa beton yang belum dipasang dan itu tidak seperti yang ada di desain. Lalu, pasir yang bukan pasir asal Lumajang," katanya saat memimpin rombongan inspeksi saat itu.
Dia menyebut, membuat gambaran pasir Lumajang agar kualitas pembangunan benar-benar maksimal. Sebab, alun-alun menjadi wajah Jember.
Menurutnya, pembangunan Alun-Alun Jember telah dianggarkan cukup besar, yaitu mencapai Rp 24 miliar lebih. Karena itu, pemugaran wajah alun-alun akan mencapai 80 persen, dengan berbagai peremajaan, ada landscape, videotron, dan beberapa ornamen lainnya.
Komisi A mendesak para rekanan agar lebih serius menggarap megaproyek itu, mengingat waktu yang sudah mendekati deadline. "Kalau melihat progresnya yang hanya 30 persen ini, kami tidak tahu apakah bisa selesai sesuai target atau tidak. Tapi, kita berharap selesai tahun ini dan tidak molor," harapnya.
Kepala DPRKPCK Jember Rahman Anda mengungkapkan, dari total tiga paket pekerjaan senilai total Rp 24 miliar, perinciannya untuk pembangunan landscape Rp 17 miliar, struktur videotron sebesar Rp 6 miliar, dan pengeboran sekitar Rp 450 juta. "Sejauh ini pekerjaan sudah on the track dan progresnya kurang lebih 30 persen," katanya.
Rahman menyebut, selama perhelatan JFC 2024 lalu, para rekanan masih melakukan pekerjaannya dan ada progres. Kendati begitu, dia juga mewanti-wanti rekanan agar benar-benar menyelesaikan sesuai kontrak. "Meski ada JFC, kemarin, sebenarnya itu tetap ada progres yang jalan dan target kami insyaallah bisa diselesaikan pada Oktober nanti," katanya.
Selain itu, ada beberapa material ornamen yang harus didatangkan dari luar kota. Seperti pembuatan patung Garuda, pelengkung Argopuro, dan beberapa ornamen lainnya. Terlebih, jika ada keterlambatan, maka akan berlaku konsekuensi adendum disertai denda yang diberlakukan kepada rekanan. "Kami lihat dan kami kaji nanti, dari progres yang ada. Misal ada deviasi keterlambatan segera kami rapatkan dan kami minta penyedia untuk menambah tenaga, peralatan, maupun ketersediaan material/bahan," pungkas Rahman. (mau/c2/nur)
Editor : Radar Digital