Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sambang Desa di Jember, Desa ini Lestarikan Kearifan Lokal, Tumbuhkan Ekonomi Mandiri

Radar Digital • Senin, 12 Agustus 2024 | 22:39 WIB
TRANSAKSI: Aktivitas pedagang dan konsumen di Pasar Sore Desa Dawuhan Mangli, Kecamatan Sukowono. Adanya pasar tersebut membuat transaksi ekonomi warga terus hidup.(M ADHI SURYA/RADAR JEMBER)
TRANSAKSI: Aktivitas pedagang dan konsumen di Pasar Sore Desa Dawuhan Mangli, Kecamatan Sukowono. Adanya pasar tersebut membuat transaksi ekonomi warga terus hidup.(M ADHI SURYA/RADAR JEMBER)

 Pasar Sore, salah satu sebutan warga di Desa Dawuhan Mangli yang dianggap sudah berhasil meningkatkan perputaran ekonomi warga setempat. Keberadaannya pun tak hanya membantu dalam meningkatkan ekonomi. Namun, juga dapat mengangkat potensi desa dengan beragam makanan dan produk khasnya.

M ADHI SURYA, DAWUHAN MANGLI - Radar Jember 

PASAR tradisional menjadi salah satu tombak perputaran perekonomian warga perdesaan. Salah satunya yang berada di Desa Dawuhan Mangli, Kecamatan Sukowono. “Pasar Sore” sebutan warga setempat, yang mana jam operasionalnya, pedagang baru mulai berjualan pada pukul 14.30 hingga pukul 22.00. 

Pasar tradisional yang dibangun melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dawuhan Mangli itu ditujukan agar warga setempat mampu menumbuhkan ekonomi secara mandiri. Selain itu, untuk menambah pendapatan asli daerah.

Kepala Desa Dawuhan Mangli Rudik Zainuddin mengatakan, awalnya warga setempat melakukan aktivitas berdagang di sepanjang pinggir jalan area tersebut. Karena dianggap tak nyaman dipandang dan dikhawatirkan mengganggu pengguna jalan, pemerintah desa (pemdes) berinisiatif memberikan lahan untuk membuka lapak berjualan. 

Rudik mengaku optimistis sejak awal adanya pasar sore tersebut memang cukup membantu warga. Selain menjadi pusat perputaran ekonomi, juga mempermudah warga setempat untuk mencari bahan kebutuhan pokok sehari-hari. Terutama pada saat sore menjelang malam. “Karena memang jarang ada pasar buka sore hari,” jelasnya. 

Keberadaan pasar sore itu tak hanya menjadi tempat transaksi antara pedagang dengan pembeli. Namun, juga kerap menjadi tempat berkumpulnya warga setempat, alias jalan-jalan menikmati senja. 

Disebutnya, pasar tersebut harus terus dimaksimalkan oleh warga. Terutama untuk mengangkat potensi produk khas Desa Dawuhan Mangli, sehingga juga mampu menarik konsumen dari luar daerah. “Syukur-syukur bisa jadi pusat wisata kuliner di Jember,” ungkapnya. 

Dengan itu, Rudik terus mendorong warga Desa Dawuhan Mangli untuk melakukan inovasi kreatif pada produksi dagangannya. “Selain bahan pokok penting, juga bisa sembari berinisiatif menghasilkan makanan atau produk yang bisa menarik perhatian,” imbuhnya. 

Namun demikian, pihaknya menyebut, pasar sore itu dianggap sudah berhasil menjadi pusat perputaran ekonomi wong cilik. Dengan itu, ia pun optimistis untuk terus mengembangkan keberhasilannya. Terutama dalam pembangunan infrastruktur pasar yang lebih baik. (c2/bud)

 

Editor : Radar Digital
#Jember #Desa #Pasar