Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

FANTASTIS! Anggrek Dasi di Jember Ini Dibanderol Rp 750 Juta, SIAPA MAU BELI?

Radar Digital • Senin, 12 Agustus 2024 | 22:02 WIB

 

MAHAL: Pengunjung melihat bunga anggrek dasi yang dibanderol Rp 750 juta, di Balai Serbaguna, Kecamatan Kaliwates, kemarin. (YULIO FA/RADAR JEMBER)
MAHAL: Pengunjung melihat bunga anggrek dasi yang dibanderol Rp 750 juta, di Balai Serbaguna, Kecamatan Kaliwates, kemarin. (YULIO FA/RADAR JEMBER)

KALIWATES, Radar Jember - Di antara ribuan bunga anggrek yang sempat dipamerkan dalam Festival Anggrek di Balai Serbaguna (BSG) Kaliwates, beberapa di antaranya dibanderol dengan harga mahal. Salah satunya adalah anggrek dasi yang memiliki nama latin Bulbophyllum phalaenopsis. Anggrek dari tanah Papua ini dibanderol dengan harga Rp 750 juta.

Anggota Pecinta Anggrek Indonesia (PAI) Kota Bandung, Budi Ginting, membagikan pengalamannya dalam tawar-menawar anggrek. Tanaman anggrek yang kini dipajang di BSG Kaliwates itu sudah pernah ditawar dengan barter satu unit mobil Pajero saat festival di Denpasar, Bali, awal Mei 2023. Namun, tawaran tersebut tidak diambil karena dianggap tidak lebih dari tanaman anggrek yang memiliki daun sepanjang dua meteran tersebut. “Biasanya gitu, di kalangan pehobi sering kali anggrek ditukar mobil,” ucap Budi.

Meski tak tergolong jenis yang langka, anggrek dasi bisa mencapai harga yang fantastis karena perawatannya yang cukup sulit. Budi mengatakan, perawatan anggrek dasi jauh berbeda dengan jenis anggrek lain. Dibutuhkan kesabaran, ketelatenan, serta konsistensi yang tinggi untuk menumbuhkan anggrek dasi yang cantik. “Disiram harus rutin setiap hari. Bagusnya disiram saat sore,” sebutnya.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan, perawatan yang wajib dilakukan untuk membentuk anggrek dasi yang cantik yaitu harus dihindarkan dari paparan cahaya matahari langsung. Kemudian, perlu berikan fungisida seminggu sekali. Serta pupuk tiga bulan sekali.

Selain itu, yang tak kalah merepotkan, setiap kali ada daun yang tumbuh miring atau melengkung, maka harus dipasangkan alat press untuk menjepit daun. Alat tersebut perlu dipasang terus-menerus hingga daun terlihat cantik. “Kalau tak dikasih alat daunnya miring-miring. Gak bisa rapi,” ucap Budi.

Selain perawatannya yang cukup rumit, anggrek dasi juga memiliki pertumbuhan yang lambat. Dikatakan, anggrek yang sempat ditawar untuk ditukar dengan Pajero umurnya sudah melebihi 16 tahun. Sedangkan anggrek dasi lain yang berusia 8 tahun dijual dengan harga Rp 30-an juta di BSG. (yul/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #anggrek