Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Banyak Truk ODOL Lolos Pengawasan, Jembatan Timbang Rambigundam Jember Tak Beroperasi, KENAPA?

Radar Digital • Senin, 12 Agustus 2024 | 21:59 WIB
TIDAK BERFUNGSI: Timbangan di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Rambigundam, Kecamatan Rambipuji ini tetap tak beroperasi, kemarin.(YULIO/RADAR JEMBER)
TIDAK BERFUNGSI: Timbangan di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Rambigundam, Kecamatan Rambipuji ini tetap tak beroperasi, kemarin.(YULIO/RADAR JEMBER)

TIDAK BERFUNGSI: Timbangan di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Rambigundam, Kecamatan Rambipuji ini tetap tak beroperasi, kemarin.(YULIO/RADAR JEMBER)

 RAMBIPUJI, Radar Jember - Tak dapat dimungkiri, Jalur Gumitir yang menghubungkan Kabupaten Jember dengan Banyuwangi memiliki tingkat rawan kecelakaan yang tinggi. Selain jalan menanjak dan berbelok, ruas Jalan Gumitir terbilang sempit jika dilalui oleh kendaraan berukuran besar. Bahkan tak sedikit juga truk yang kelebihan muatan (overload) memaksa lewat Jalur Gumitir. Padahal risiko kecelakaan sangat tinggi.

Seharusnya truk seperti itu tidak lolos begitu saja, karena harus melakukan pengawasan muatan melalui Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Rambigundam, Kecamatan Rambipuji. Namun, faktanya hal itu nihil dilakukan. Sebab, sudah bertahun-tahun kondisi UPPKB Rambigundam mangkrak tak berpenghuni.

Kepala Terminal Tawangalun sekaligus yang membawahi UPPKB Rambigundam Pudjiono mengungkapkan, UPPKB Rambigundam sejak dulu memang belum beroperasi. Sehingga pengujian volume kendaraan muatan tak bisa dilakukan. “UPPKB Rambigundam masih belum beroperasi. Tanah dimanfaatkan untuk PNBP,” jelasnya saat ditemui di kantornya, Kamis (8/8).

Bahkan, sangat kecil kemungkinan UPPKB Rambigundam bisa beroperasi. Bukan tanpa alasan, hal itu karena lokasinya yang berdempetan dengan Terminal Tawangalun. Karena itu, ketika jembatan timbang beroperasi, akan berpotensi mengganggu arus lalu lintas di area jalan UPPKB Rambigundam dan Terminal Tawangalun. Sebab, truk yang melalui jembatan timbang akan berpapasan dengan bus yang keluar dari terminal.

Untuk itu, pengawasan volume kendaraan muatan sementara diikutkan di UPPKB Klakah, Lumajang. Artinya, kendaraan muatan yang berangkat dari Jember ke arah Banyuwangi lewat Jalur Gumitir tidak terawasi. “Pengawasan volume muatan yang dari arah barat diikutkan dulu di UPPKB Klakah,” imbuhnya.

Di lain pihak, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jember Agus Wijaya menyebut, risiko kecelakaan di Jalur Gumitir cukup tinggi. Dishub Jember juga turut andil dalam mengurangi risiko tersebut, sesuai tupoksi pemerintah daerah. “Kami perkuat rambu-rambu yang ada di Jalur Gumitir. Mulai dari rambu daerah yang rawan longsor, jalur tikungan tajam, maupun menanjak dan menurun yang curam,” jelasnya.

Lebih lanjut, mengingat jalan tersebut bukan tanggung jawab kabupaten, pihaknya juga mengajukan proses pelebaran jalan kepada provinsi untuk ruas jalan di Gumitir. Namun, pelebaran jalan di Gumitir, menurutnya, pengerjaannya tidak mudah. Sebab, medannya yang ada di pegunungan mengharuskan pembuatan konstruksi jalan yang kokoh. (qal/c2/nur)

 

 

Editor : Radar Digital
#Jember #Truk #Jembatan