Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Penuhi Kebutuhan, Sumber Air di Desa yang Ada di Jember Ini Ramai Lagi, Dampak Kekeringan di Plalangan

Radar Digital • Jumat, 9 Agustus 2024 | 20:16 WIB
MANFAATKAN SUMBER AIR: Warga Dusun Krajan, Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat, mengambil air bersih di Mata Air Dringu untuk memenuhi kebutuhan minum dan memasak, kemarin. (JUMAI/RADAR JEMBER)
MANFAATKAN SUMBER AIR: Warga Dusun Krajan, Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat, mengambil air bersih di Mata Air Dringu untuk memenuhi kebutuhan minum dan memasak, kemarin. (JUMAI/RADAR JEMBER)

PLALANGAN, Radar Jember  –  Kekeringan yang melanda warga di Dusun Krajan, Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat, terus terjadi. Hal itu membuat puluhan kepala keluarga (KK) betul-betul membutuhkan air. Sebagian besar dari mereka yang terdampak pun memanfaatkan sumber air dan sebagian ada yang mengandalkan pasokan air bersih.

Sumber yang didatangi warga ini ada dua tempat. Satu lokasi sumber banyak dijangkau warga. Namun, satu sumber lagi jaraknya lebih jauh dari perkampungan. Meski begitu, suasana di sumber kemarin ramai lagi. Bahkan, sempat ada antrean karena warga harus mengambil air dan mencuci pakaian di tempat tersebut. Air di sumber ini dimanfaatkan warga untuk minum dan memasak. Ada juga warga yang mandi di sumber tersebut dan di sungai.

Sumber Air Dringu di Dusun Krajan, RT 001 RW 008, Desa Plalangan, ini menurut warga tidak pernah kering, sekalipun musim kemarau. Oleh karena itu, saat sumur-sumur di rumah warga mengering, banyak warga yang menyerbunya. Warga harus menyeberangi rel kereta api. Bila datangnya bersamaan, maka harus antre.

Ketua RT 001 RW 008, Dusun Krajan, Desa Plalangan, Kholek, menjelaskan, mata air ini keluar dari gumuk dan kondisi airnya jernih. Sumber air yang keluar dari gumuk dibagi menjadi dua tempat. Air kemudian dialirkan menggunakan paralon. Dua paralon untuk air minum dan memasak, sedangkan untuk keperluan mencuci ada empat paralon. “Ini dibuat agar warga tidak saling berebut. Jadi, tempat pengambilan air dan tempat mencuci dibedakan,” ucapnya.

Sejak kekeringan terjadi, warga dari luar dusun pun ikut menyerbu Mata Air Dringu tersebut. “Biasanya antre saat pagi, karena banyak yang mengambil air bersih untuk minum dan memasak,” jelas Kholek.

Menurut Matfiroh, 24, warga setempat menyebut sumur miliknya sudah tidak keluar air karena lama tidak hujan. Dikatakan, hujan memang sempat turun di wilayah itu. Namun, hanya dua kali. Itu pun belum bisa meresap dan menjadi sumber di dalam sumur.

Untuk itulah, warga banyak yang berdatangan ke sumber untuk mengambil air. “Kalau sepi, kadang mandi di sumber ini. Di sekitar sini sebenarnya ada dua sumber, tetapi jarak sumber yang satu lebih jauh,” jelas Matfiroh. Hanya warga yang menggunakan sepeda motor yang biasanya mengambil air di sumber yang jaraknya lebih jauh.

Sementara itu, Jasuli, Ketua RT 003 RW 008, Dusun Krajan, Desa Plalangan, mengaku terpaksa mengambil air bersih di Sumber Dringu. Menurutnya, air yang keluar dari bawah gumuk yang di atasnya banyak pohon besar dan tanaman bambu kondisinya sangat bersih. “Kalau warga sekitar sumber hanya menggunakan botol air mineral ukuran besar saja. Kalau yang jauh biasanya bawa jeriken,” ungkapnya. (jum/c2/nur)

 

Editor : Radar Digital
#Jember