Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Mengulas Sejarah Tajem, Tradisi Gerak Jalan 31 Kilometer di Jember yang Segera Kembali Digelar untuk Memperingati Kemerdekaan

Radar Digital • Rabu, 7 Agustus 2024 | 16:30 WIB
RAMAH: Bupati Jember Hendy Siswanto bersama Wabup Jember MB Firjaun Barlaman menyapa warga dengan melambaikan tangan saat ikut Tajemtra, tahun lalu. AZZQAL AZQIYA’/RADAR JEMBER
RAMAH: Bupati Jember Hendy Siswanto bersama Wabup Jember MB Firjaun Barlaman menyapa warga dengan melambaikan tangan saat ikut Tajemtra, tahun lalu. AZZQAL AZQIYA’/RADAR JEMBER

Radar Jember - Setiap peringatan hari kemerdekaan mungkin melibatkan gerakan jalan.

Namun, rute yang berbeda ini diikuti oleh ribuan orang dari berbagai daerah di Kabupaten Jember dan sekitarnya, menempuh sekitar 31 kilometer.

Jika Anda belum tahu apa Tajemtra, berikut penjelasannya.

Tajemtra adalah festival jalan raya tahunan.

Pemerintah Kabupaten Jember mengadakan Tajemtra setiap tahun untuk merayakan hari kemerdekaan.

"Hampir seluruh warga Jember mengenal Tajemtra," ujar Nanda, seorang warga Jember yang pernah mengikuti Tajemtra.

Hadiah yang diberikan oleh panitia juga besar, jadi bukan hanya sekedar budaya.

Menurut Kamil Gunawan, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember, hadiah yang diperebutkan mencapai 100 juta rupiah dan piala Mahmudi Cup, yang dibuat untuk mengenang seorang peserta gerak jalan yang meninggal pada tahun 70-an.

Sejak tahun 1977, gerakan jalan ini berlangsung sepanjang Tanggul-Jember Tradisional.

Terdiri dari berbagai demografi, mulai dari anak-anak hingga orang tua, pelajar hingga karyawan.

Peserta Tajemtra dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan nomor lomba: beregu umum putra/putri, beregu pelajar putra/putri, dan perorangan putra usia 45 tahun ke atas.

Meskipun bertema gerak jalan, banyak orang yang berpose seperti peserta karnaval.

Agus, seorang warga Kecamatan Tanggul mengatakan bahwa beberapa peserta yang mengenakan pakaian yang tidak biasa biasanya berusaha untuk menghibur orang-orang yang berkumpul di sepanjang jalan.

"Ada yang berpenampilan sebagai pocong, petani, bahkan tahun 2009 lalu ada peserta dari Probolinggo yang menggunakan kostum layang-layang ular khas Probolinggo," ujar Agus.

Peserta yang tak kurang dari 15 ribu orang setiap tahunnya ini diberangkatkan secara bergantian mulai pukul 13.30 hingga pukul 17.00 dari Alun-alun Tanggul.

"Biasanya peserta sampai di garis finish mulai dari pukul 22.00," ungkap Agus.

Sesuai dengan singkatannya, gerak jalan ini dimulai dari Alun-alun Kecamatan Tanggul menuju Alun-alun Kabupaten Jember yang menempuh jarak sekitar 31 kilometer.

Layaknya gerak jalan yang ada, Tajemtra pun memiliki beberapa pos peristirahatan.

Biasanya pos peristirahatan ini digunakan peserta untuk istirahat, sholat, dan makan (Ishoma).

Pos-pos ini terletak di beberapa kecamatan sepanjang rute perjalanan.

Ada dua pos utama yang digunakan untuk melakukan pendataan ulang, yaitu pos I di Kecamatan Bangsalsari dan pos II di Kecamatan Rambipuji.

Selain pos utama, pihak panitia juga menyiapkan 300 pos lainnya.

"Semangat para pahlawan yang jalannya jauh lebih sengsara dari yang ada sekarang, karena itu saya bisa merasa bangga bisa ikut dalam Tajemtra," ujar Nanda.

Beberapa warga yang pernah mengikuti kegiatan ini juga menyatakan bahwa kegiatan ini mampu memupuk rasa kebersamaan antar sesama, karena baik yang miskin maupun yang kaya semuanya sama-sama jalan kaki.

Pada tahun 2023 Tajemtra diadakan, Kamil Gunawan, seorang panitia, mengatakan bahwa selama kegiatan ini berlangsung, jalan utama menuju Kota Jember, terutama jalur Surabaya-Jember, ditutup total.

Jalur bus, truk angkutan berat, dan kendaraan pribadi menuju Jember dari Surabaya dialihkan melewati jalur alternatif mulai dari Pondok Dalem-Kencong-Kasiyan-Balung-Ambulu-Jenggawah-Ajung-Gladak-Pakem-Jalan Propinsi menuju Banyuwangi.

"Begitu pula sebaliknya, dari arah Banyuwangi menuju Surabaya yang melewati Jember," katanya menambahkan.

Tajemtra adalah simbol semangat, kebersamaan, dan kebanggaan warga Jember.

Dengan sejarah panjang dan partisipasi ribuan warga setiap tahunnya, Tajemtra bukan hanya sebuah event olahraga, tetapi juga tradisi yang mempererat solidaritas masyarakat.

Editor : Radar Digital
#Jember #gerak jalan #Tajem #Tajemtra