Radar Jember – Jember tidak hanya dikenal dengan keindahan alam dan kekayaan budayanya. Jember juga menyimpan jejak sejarah yang menarik untuk ditelusuri.
Dari peninggalan peradaban kuno hingga bangunan bersejarah peninggalan kolonial, Jember menawarkan wisata sejarah yang edukatif dan penuh pesona.
Era kolonial meninggalkan jejak yang tidak terhapuskan di Jember, terlihat dari berbagai bangunan bersejarah yang masih berdiri kokoh.
Alun-alun Jember dengan arsitektur Belanda yang menawan, menjadi saksi bisu perkembangan kota dan menjadi tempat berkumpul masyarakat.
Melalui jejak-jejak sejarah ini, kita dapat menyelami perjalanan panjang dan dinamika budaya yang telah membentuk identitas kota Jember.
Yuk simak lokasi bersejarah yang dapat ditemukan di daerah ini.
- Tugu Mastrip
Nama “Mastrip” berasal dari gabungan kata “Mas” dan “Trip”. “Mas” adalah sapaan untuk lelaki muda, sedangkan “Trip” merujuk pada Tentara Republik Indonesia Pelajar, yang terdiri dari pelajar berusia antara 12 hingga 20 tahun.
Tugu Mastrip terletak di Daerah Panduman, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember. Lokasi ini dipilih karena menjadi saksi peristiwa penghadangan konvoi tentara penjajah yang akan memasuki kota Jember pada Agresi Militer I tahun 1947.
Monumen ini tidak hanya berfungsi sebagai pengingat akan sejarah perjuangan pemuda Indonesia, tetapi juga sebagai simbol semangat juang generasi muda dalam mempertahankan kemerdekaan.
Tugu Mastrip menjadi salah satu landmark penting di Jember dan diabadikan dalam nama jalan di kota-kota lain di Indonesia.
- Monumen Letkol Moch Sroedji
Monumen Verste (Letkol) Moch Sroedji Jember beralamat di Jalan Sudarman, Kampung Using, Jemberlor, Kecamatan Patrang.
Monumen ini didirikan untuk mengenang jasa Letkol Mochammad Sroedji, seorang pahlawan yang gugur dalam pertempuran melawan pasukan Belanda.
Monumen ini berbentuk patung yang menggambarkan Sroedji dalam posisi berdiri tegap. Melambangkan keberanian dan semangat juangnya.
- Monumen Air Pasar Tanjung
Menara ini dibangun di kawasan Pasar Tanjung, yang pada waktu itu merupakan pusat perdagangan dan hiburan bagi masyarakat.
Lokasi ini dipilih karena kedekatannya dengan kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat, sehingga akses terhadap air bersih menjadi lebih mudah.
Selain berfungsi sebagai penyedia air bersih, Menara Air Pasar Tanjung kini juga menjadi ikon dan maskot kota Jember.
Meskipun saat ini kondisinya tidak lagi berfungsi secara optimal, menara ini tetap menjadi simbol sejarah dan warisan budaya yang penting bagi masyarakat Jember.
Menara air peninggalan Belanda ini merupakan warisan yang masih tersisa dalam bentuk bangunan tinggi yang tidak ditemukan di daerah lain.
- Situs Duplang
Situs Duplang terletak di Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, Jember. Penemuan situs ini mencakup berbagai artefak purbakala, termasuk menhir dan dolmen, yang menunjukkan bahwa daerah ini pernah dihuni oleh masyarakat pada masa prasejarah.
Makna dari nama “Duplang” dalam konteks sejarah Situs Duplang di Jember belum sepenuhnya jelas dalam sumber yang tersedia.
Nama “Duplang” mungkin berasal dari istilah lokal atau bahasa yang berkaitan dengan karakteristik geografis atau budaya masyarakat setempat.
- Candi Deres
Candi Deres adalah situs bersejarah yang terletak di Dusun Krajan, Desa Purwosri, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember.
Candi Deres merupakan salah satu bukti kejayaan Kerajaan Majapahit dan menjadi bagian dari warisan budaya yang penting di Jember.
Candi ini menjadi tempat yang menarik bagi para peneliti, arkeolog, dan wisatawan hyang ingin memahami lebih dalam tentang sejarah Kerajaan Majapahit dan warisan budaya Indonesia.
Mari kita bersama menjaga dan melestarikan warisan budaya dan sejarah yang ada di Jember, sebagai wujud cinta dan penhormatan kepada tanah kelahiran kita.
Editor : Radar Digital