Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sejarah Perjalanan Kabupaten Jember, Ternyata Ada Hubungannya Dengan Majapahit! KOK BISA?

Radar Digital • Kamis, 4 Juli 2024 | 23:05 WIB
ALAMI: Papuma menjadi salah satu ikon Jember yang membius banyak wisatawan, terutama saat libur Lebaran.
ALAMI: Papuma menjadi salah satu ikon Jember yang membius banyak wisatawan, terutama saat libur Lebaran.

radar jember - Jember adalah salah satu kabupaten yang terletak di wilayah Jawa Timur. Jember juga berbatasan langsung dengan Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso dan Lumajang.

Memiliki luas 3.293,34 km2 dengan ketinggian antara 0 - 3.330 mdpl.

Kabupaten Jember memiliki luas ±3.293,34 km2, dan panjang pantai ±170 km.

Penduduk Jember mayoritas merupakan umat Islam serta suku Jawa dan minoritas Suku Osing dan Suku Madura.

Pencampuran kedua budaya Jawa dan Madura tersebut melahirkan budaya baru bernama Pandalungan.

Masyarakat Pandalungan sendiri memiliki karakteristik yang unik sebagai penetrasi kedua budaya tersebut.

Jember dalam sejarah memulai perjalanannya sejak masa kerajaan dalam hal ini Majapahit merupakan salah satu kerajaan yang memiliki andil besar terhadap peradaban Jember.

Raja Majapahit Hayam Wuruk mencapai masa kejayaannya dalam memerintah Majapahit Amangkabumi Gajah Mada, beliau kerap kali melakukan perjalanan dari Majapahit menuju wilayah timur hingga darah Patukangan Situbondo.

Jember sendiri merupakan salah satu daerah perlintasan Raja dan para rombongan.

Terbukti, hingga kini banyak sekali peninggalannya yang masih tersisa di Jember Selatan.

Bahkan, pada masa Tribuwana Tungga Dewi, pusat peradaban terbesar berada di wilayah Pegunungan Sadeng tepatnya di wilayah Kec. Puger Jember Selatan.

Kerajaan Sadeng adalah kerajaan kecil di wilayah Jember selatan sebagai salah satu pemasok lumbung pangan Majapahit dari Wilayah timur.

Kerajaan ini runtuh akibat perang Sadeng (Pasadeng) tahun 1331 M.

Dan wilayah ini pada masa kolonial disebut sebagai Java Oosthoek yang merupakan cikal bakal lahirnya Jawa Timur. Penguasa Mataram Pakubuwono II yang terdesak menghadapi perlawanan pemberontak Untung Suropati dan Trunojoyo, menggadaikan wilayah ini pada VOC.

Pada saat itu, ketika di Belanda golongan liberal dengan Open Door Policy nya berkuasa, Jember dirubah menjadi lahan perkebunan (afdeling) untuk komoditi tembakau, lalu kopi, kakao, dan karet selama berpuluh-puluh tahun.

Jejak masa perkebunan tembakau ini kental mewarnai khasanah sejarah Jember hingga sekarang. (dea)

Editor : Radar Digital
#Jember #majapahit #sejarah