JEMBER, RADARJEMBER.ID- Kreativitas warga Jember di bidang kerajinan tangan tak perlu diragukan lagi. Seperti yang ada di Perum Darma Alam, Kecamatan Kaliwates, ini.
Ada UMKM AjengWK Craft yang memproduksi produk anyaman tas wanita unik dan menarik.
Ajeng Wulan Kinasih, owner UMKM itu, menyebut, saat ini penjualannya tak hanya di Indonesia. Namun, sudah tembus ke luar negeri.
Dikatakan, dia menjadi perajin tas tergolong baru, yaitu sejak Juni 2021. Saat itu dia melihat produk tas anyaman plastik hanya polos dan menurutnya kurang menarik.
Dari situ, dia tergerak mengikuti komunitas perajin. Dengan lingkungan yang mendukung, dia pun mampu memodifikasi produk-produk yang sudah ada.
“Awalnya belajar menganyam di Banyuwangi. Kemudian, belajar produksi sendiri. Alhamdulillah, tahun 2022 dapat pesanan seribu tas dari mantan bupati, Bu Faida. Sejak itu rutin selalu dapat pesanan setiap bulannya,” sebutnya.
Ajeng mengaku saat ini telah memiliki lima mitra di Jember. Setiap bulan rutin memesan tas hasil kerajinannya.
Selain itu, ada juga satu mitra yang berlokasi di Jakarta Pusat, yang setidaknya memesan tiga lusin tas setiap bulannya.
Diketahui, tas tersebut akan di-branding ulang, kemudian akan diekspor ke Malaysia.
“Sejauh ini belum bisa ekspor sendiri. jadi, ada mitra di Jakarta yang beli di sini, lalu dikirim lagi ke luar negeri,” paparnya.
Selain mendapat keuntungan untuk pribadi, dengan menjalankan UMKM tersebut Ajeng juga dapat memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di sekitar rumahnya.
Sebab, kini ada 10 orang ibu rumah tangga yang menjadi karyawan untuk memproduksi kerajinan tas berbahan plastik strapping band tersebut. Tak hanya itu, dia bahkan memberikan les gratis tiap minggunya.
“Semakin banyak yang merasakan manfaatnya semakin baik. Maka dari itu, saya memberikan les gratis untuk lima orang setiap hari Jumat,” paparnya.
Menurut dia, UMKM penting untuk ikut bergabung dengan komunitas jika ingin berkembang. Dikatakan, apabila nantinya gedung Jember Nusantara (JN) akan dijadikan tempat untuk display produk-produk UMKM Jember, dia sangat mendukungnya.
“Saya sangat setuju dengan penempatan UMKM di gedung Jember Nusantara. Kalau bisa, saya mau ikut,” tuturnya.
Menurut dia, produk tas anyaman yang dia geluti saat ini sudah banyak terjual dan memberi manfaat bagi banyak orang.
“Semakin banyak yang membeli, saya pasti akan butuh bantuan banyak orang untuk memproduksinya. Saat ini saya punya sepuluh tim yang memproduksi tas ini,” jelasnya. (yul/c2/nur)
Editor : Alvioniza