Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Nelayan Puger Nekat Melaut, Terjang Ombak Besar Demi Keluarga Tercinta

Alvioniza • Jumat, 21 Juni 2024 | 22:00 WIB

 

 

TERJANG: Nelayan dengan jukungnya harus menghadapi ganasnya ombak hingga jukung terangkat, Kamis (20/6).  JUMAI/RADAR JEMBER
TERJANG: Nelayan dengan jukungnya harus menghadapi ganasnya ombak hingga jukung terangkat, Kamis (20/6). JUMAI/RADAR JEMBER

JEMBER, RADARJEMBER.ID– Banyak nelayan yang saat ini harus berjuang keras dan bersahabat dengan ganasnya ombak.

Saat kondisi ombak besar, mereka tetap dituntut untuk memiliki pendapatan.

Oleh karena itu, banyak nelayan yang tetap nekat melaut meskipun ombak lautan besar.

Seperti kemarin, banyak nelayan yang melewati plawangan Pantai Cemara, Dusun Getem, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, harus berusaha keras dengan jukungnya.

Mereka bersusah payah bahkan bertaruh nyawa demi melanjutkan pekerjaannya sebagai pelaut.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, banyak nelayan dengan jukungnya yang berangkat harus berjibaku dengan besarnya ombak di Pantai Cemara.

Bukan hanya itu, nelayan yang pulang pun harus kerja ekstra melewati ganasnya plawangan, dengan membawa ikan hasil tangkapan.

Menurut Haji Slamet, 66, warga asal Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, nelayan yang berangkat dan pulang memang harus berjuang melawan ombak besar.

“Nelayan yang berangkat dari Pantai Cemara tidak sama dengan nelayan yang berangkat di plawangan Pancer, Puger. Kalau di Pancer, Puger, itu ada pemecah ombaknya. Tetapi, kalau nelayan yang berangkat di plawangan Pantai Cemara ini tidak ada pemecah ombaknya,” kata pria yang akrab dipanggil Pak Rukila ini.

Menurutnya, nelayan yang berangkat dari plawangan Pantai Cemara adalah nelayan yang menggunakan jukung.

Sementara kapal atau perahu besar tidak bisa, karena plawangan itu dangkal.

“Setiap anak saya berangkat dan pulang melaut, saya selalu kawal di plawangan karena di Pantai Cemara ini ombaknya datang terus-menerus dari tengah,” ucapnya.

Dia menyebut, ombak tinggi tetap dihadapi banyak nelayan karena kebutuhan hidup.

“Namanya tuntutan ekonomi, meskipun ombak besar, banyak nelayan yang tetap berangkat,” pungkasnya. (jum/c2/nur)

Editor : Alvioniza
#ombak besar #puger #nelayan