Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Berani Kritik Kampus Seorang Diri, Mahasiswa UIN KHAS Jember Demo demi Perbaikan Fasilitas

Radar Digital • Jumat, 14 Juni 2024 | 22:45 WIB
LANTANG: Mahasiswa UIN KHAS Jember Muhammad Imron Hamzah berorasi menyampaikan lima tuntutan berisi desakan perbaikan fasilitas dan layanan, di depan gedung rektorat, kemarin. (YULIO FA/RADAR JEMBER)
LANTANG: Mahasiswa UIN KHAS Jember Muhammad Imron Hamzah berorasi menyampaikan lima tuntutan berisi desakan perbaikan fasilitas dan layanan, di depan gedung rektorat, kemarin. (YULIO FA/RADAR JEMBER)

MANGLI, Radar Jember – Di bawah terik matahari, pria berpeci putih itu menggelar aksi tunggal di depan Rektorat UIN KHAS Jember, kemarin (13/6).

Dia terlihat lantang menyuarakan aspirasinya terkait fasilitas kampus dan sebagian layanan.

Pria itu adalah Muhammad Imron Hamzah, mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK). Sontak, aksinya menjadi perhatian sebagian mahasiswa yang lalu lalang.

Bahkan sejumlah mahasiswa lainnya juga ikut menyuarakan keresahan yang dirasakan.

Banner berisi tuntutan juga terlihat dipajang di depan gedung rektorat.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, pria yang akrab disapa Imron itu menjelaskan, aksi tunggal sengaja dilakukan untuk menggugah semangat dan nalar kritis mahasiswa lainnya.

Tujuannya, agar mereka juga berani bersuara secara terbuka, sehingga ada perbaikan dan kebijakan yang menguntungkan bagi mahasiswa.

“Saya ingin meningkatkan gairah mahasiswa, agar mereka tidak bungkam,” katanya.

Dia juga menyebut ada oknum yang masih mengintimidasi terhadap mahasiswa yang akan melakukan aksi.

Termasuk ancaman akan mendapatkan nilai E jika melakukan demonstrasi. Dengan aksi yang tidak melibatkan organisasi apa pun, Imron ingin membuktikan suara mahasiswa harus didengar oleh birokrasi kampus.

Ada lima tuntutan yang dia sampaikan. Di antaranya meminta penambahan dan pembenahan terhadap fasilitas kampus, segera menerbitkan kartu tanda mahasiswa (KTM) angkatan 2023, meminta agar dosen pengajar disesuaikan dengan keahliannya, meminta masjid belakang kampus difungsikan, dan meminta kampus untuk menindak oknum dosen yang mempersulit mahasiswa.

Masak sekelas kampus negeri ruang kuliahnya masih panas,” ujarnya.

Hingga aksi usai, pihak rektorat atau perwakilan UIN KHAS tidak ada yang menemui demonstran tunggal itu.

Hanya terlihat sejumlah satpam berjaga di depan pintu gedung rektorat, mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, Humas UIN KHAS Jember Moh. Nor Afandi belum memberikan penjelasan saat dikonfirmasi wartawan Jawa Pos Radar Jember.

Ketika dihubungi melalui sambungan telepon, kemarin, dia juga belum memberikan respons terkait aksi tunggal mahasiswa itu. (ham/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #UIN KHAS Jember #Mahasiswa