Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Lebih Dekat dengan Riza Shahab, Aktor Asal Jember, Awalnya Tak Didukung, Kini Jadi Bintang

Radar Digital • Jumat, 14 Juni 2024 | 23:15 WIB

 

SERU: Riza Shahab, aktor sinetron dan film (kiri), bersama host tamu, Wilson, dalam acara podcast di kantor Jawa Pos Radar Jember. (MAT HARI/RADAR JEMBER)
SERU: Riza Shahab, aktor sinetron dan film (kiri), bersama host tamu, Wilson, dalam acara podcast di kantor Jawa Pos Radar Jember. (MAT HARI/RADAR JEMBER)

WAJAH ceria Riza terlihat dalam ruang studio Jawa Pos Radar Jember. Dulu, keinginan menjadi aktor tak didukung orang tuanya. Namun, kini dia membintangi banyak sinetron.

M ADHI SURYA,

KEPATIHAN, Radar Jember.

PEMILIK nama lengkap Muhammad Riza Shahab ini menceritakan perjalanan karirnya sebelum menjadi salah satu bintang di dunia televisi.

Hal itu diceritakan sejak dirinya masih duduk di bangku SMP hingga berkiprah menjadi aktor sinetron dan FTV tanah air.

Pria keturunan Arab-Indonesia ini lahir di Kaliwates, pada 25 Oktober 1989.

Dia mengawali karirnya di dunia peran dengan membintangi sinetron Cerita SMA sebagai tokoh Fahri. Setelah itu, dirinya semakin sering tampil di layar kaca.

Sejak di bangku SMP Riza Shahab berakting dalam sinetron Cinta Monyet, juga Safa dan Marwah.

Diikuti dengan sinetron Sejuta Cinta Marshanda (2010), Dewa (2011), dan Karunia (2012).

Dilanjut dengan membintangi puluhan judul FTV.

Riza menyebut, perjalanan karir yang dia lalui tak semulus bayangannya.

Mulai dari mengganggu pelajaran sekolah, tak dapat izin orang tua, hingga sering ditolak untuk menjadi aktor film layar lebar.

“Saya tidak diberi izin karena masih kurang cukup umur. Setelah lulus SMA, baru diserahkan sepenuhnya ke saya mau berkarir di mana,” ucapnya.

Tak hanya sinetron dan FTV, Pria kelahiran Jember ini pun sempat berperan dalam film Pulau Hantu.

Meski dalam proses casting-nya dirinya sempat tak nyaman, karena seperti orang asing yang berangkat dari daerah dan setiap tingkahnya selalu diperolok.

“Terutama logat berbicara dan sikap saat bertemu dengan orang lain,” sebutnya

Meski begitu, Riza justru memanfaatkan momen tersebut untuk mengasah skill berakting di dunia film.

Menurutnya, peran dalam film lebih natural bila dibandingkan dengan sinetron dan FTV, sehingga pada proses casting, dirinya juga sempat diolok-olok memiliki muka yang terlalu FTV atau lebay.

Sepuluh tahun berkarya di dunia peran tanah air, kini Riza memilih meninggalkan karir tersebut untuk menjadi seorang pengusaha di tanah kelahirannya.

“Saat ini lebih nyaman tinggal di Jember bersama anak, istri, keluarga, dan mengembangkan usaha,” pungkasnya. (c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #riza shahab