Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Warung di Pantai Cemara Jember Diterjang Ombak, Pemilik Warung Pilih Tak Berdagang Dulu

Radar Digital • Jumat, 7 Juni 2024 | 21:40 WIB
SELAMATKAN BARANG BARANG: Pemilik warung saling membantu untuk memindah meja tempat jualan setelah terjadi gelombang besar pada Jumat (7/6/2024). (JUMAI/RJ)
SELAMATKAN BARANG BARANG: Pemilik warung saling membantu untuk memindah meja tempat jualan setelah terjadi gelombang besar pada Jumat (7/6/2024). (JUMAI/RJ)

radar jember - Sejak terjadinya gelombang besar yang terjadi di pantai Cemara, Dusun Getem, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, Jember pada Selasa (4/6/2024) lalu banyak pedagang memilih untuk tak sementara waktu tak berdagang dahulu.

Hal ini karena gelombang besar itu hingga menggenangi puluhan warung. Mereka memilih tidak berjualan karena kabar yang diterima atau informasi yang mereka dapat, diprediksi cuaca ekstrem gelombang besar bakal sampai sepekan.

Mereka memilih tidak berjualan dan hanya setiap harinya berada di warung sambil melihat kondisi gelombang.

Namun, hanya ada satu hingga dua yang membuka warungnya.

Warungnya berada dipinggir muara dan hanya bagian pengamannya saja yang ambrol.

“Saya terpaksa berjualan, karena memang benar benar butuh uang. Kalau misalnya warungnya diterjang gelombang ya diperbaiki lagi. Semoga saja gelombang tidak sampai merusak warung,” kata Rara, 30, pemilik warung kopi.

Sementara pasca ambruknya dua warung setelah dihantam gelombang, puluhan pemilik warung terus mengamankan barang barangnya ketempat aman.

Ini setelah melihat keganasan gelombang di pantai Cemara cukup besar. Awalnya pemilik warung yang merasa aman membiarkan, tetapi setelah ada dua warung hancur langsung mengemasi barang barangnya.

Seperti yang dilakukan Abidin, warungnya berdekatan dengan warung milik pak Imron, yang hancur setelah diterjang balok kayu yang terbawa gelombang.

“Awalnya memang banyak pemilik warung membiarkan barang barangnya, tetapi setelah gelombang terus membesar maka langsung dikemasi,” kata Abidin.

Sajib, 42, pemilik warung lalapan mengaku sudah sering menjadi langganan. Sehari sebelumnya pada Kamis (6/6/2024) baru saja memperbaiki tangkis pengaman gazebo yang berantakan.

Pengaman itu terpasang dari sesek bambu yang juga dipasang puluhan zak diisi pasir. Gazebo milik Sajib, awanya ada sepanjang 35 meter, karena terus diterjang gelombang hanya tinggal 25 meter saja.

Yang terdampak akibat gelombang besar di pantai Cemara ini, ada sekitar 50 warung yang terdampak.

Karena air juga masuk hingga ke warung yang sudah jauh dari pantai.

"Terlihat juga air laut masuk hingga e tempat parkir di sisi utara warung warung. Untuk gelombang yang terjadi pada Jumat (7/6/2024) pagi ada dua warung hancur akibat diterjang gelombang," pungkasnya.(jum/bud).

Editor : Radar Digital
#Jember #Pantai Cemara #wisata jember #pantai jember #nelayan