Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Lebih Irit, Cocok di Dalam Kota, Konversi Motor BBM ke KLBB, SEPERTI APA BENTUKNYA?

Radar Digital • Senin, 3 Juni 2024 | 23:32 WIB
SIAP DIPAKAI: Sejumlah motor pelat merah siap digunakan setelah dikonversi jadi kendaraan listrik.
SIAP DIPAKAI: Sejumlah motor pelat merah siap digunakan setelah dikonversi jadi kendaraan listrik.

TEGAL GEDE, Radar Jember – Pemerintah pusat terus mendorong agar pemerintah kabupaten/kota gencar menggunakan sepeda listrik. Tak hanya dengan membeli motor listrik baru, tapi bisa dengan mengonversi motor BBM ke kendaraan listrik berbasis baterai (KLBB).

Seperti yang dilakukan di SMKN 2 Jember, kemarin (30/5). Sebanyak 15 unit sepeda motor BBM milik Pemkab Jember dikonversi menjadi motor listrik. Motor listrik ini disebut lebih irit dan ramah lingkungan.

Kepala SMKN 2 Jember Edy Setyono mengungkapkan, salah satu keunggulan konversi motor listrik bisa menentukan spesifikasi kualitas terbaik yang diinginkan dan memperpanjang umur motor. “Kalau mengonversi, pemilik bisa menentukan sendiri spesifikasinya. Kalau beli ngikut spesifikasi yang diberikan pabrik,” jelasnya seusai serah terima konversi motor listrik ke Pemkab Jember, kemarin (30/5).

Selain itu, kendaraan listrik ramah di kantong. Sebab, hanya perlu men-charge baterai setidaknya empat jam. Namun, yang perlu dicatat, agar motor konversi lebih awet, hal paling utama yang perlu diperhatikan adalah perawatan baterai. Jangan sampai kondisi baterai nol persen. Apalagi sampai dibiarkan berhari-hari. “Kalau sudah baterai sering nol persen, dijamin akan ngedrop,” imbuhnya.

Saat dicoba, motor BBM yang sudah dikonversi itu mampu melaju 60 sampai 70 kilometer per jam. Tunggangannya pun tak kalah lincah dengan motor BBM pada umumnya. Bahkan baterainya pun cukup kuat. Sehingga, inovasi tersebut digadang-gadang bisa jadi percontohan bagi warga Jember.

Sementara itu, Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jember Ismoe menjelaskan, kendaraan milik pemkab yang telah dikonversi itu bakal digunakan untuk perjalanan dalam kota saja. Tak diperuntukkan perjalanan jauh. “Spesifikasi kendaraan listrik hasil konversi yang dimiliki pemkab hanya untuk perjalanan dalam kota. Namun, kekuatannya bisa untuk bertahun-tahun,” terangnya.

Ke depan, jumlah konversi kendaraan BBM menjadi kendaraan listrik akan diperbanyak. Tentunya untuk mendukung program Jember Langit Biru yang digaungkan oleh Pemkab Jember. “Kami akan perbanyak. Harapannya masyarakat bisa mencontoh dan mulai beralih ke kendaraan listrik,” pungkasnya. (qal/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #motor listrik #BBM