Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Mengenal Aliando Dalang Cilik Jember, Aset Seni Wayang Kulit Masa Kini, Belajarnya lewat Whatsapp

Radar Digital • Selasa, 28 Mei 2024 | 23:00 WIB
ADA BAKAT: Aliando, dalang cilik ini sudah sering tampil di berbagai acara selama satu tahun terakhir.
ADA BAKAT: Aliando, dalang cilik ini sudah sering tampil di berbagai acara selama satu tahun terakhir.

Tak banyak anak zaman now yang suka wayang. Tetapi, di Dusun Tegalbenteng, Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, ada dalang cilik bernama Aliando yang sudah sering tampil di mana-mana. Bagaimana kisahnya?

JUMAI, Kesilir, Radar Jember.

Nama Muhammad Aliando Yudiana Putra cukup dikenal di dunia seni Jember. Terutama oleh para pencinta wayang.

Kemarin, bocah itu terlihat belajar bersama teman-temannya di dalam ruang kelas menyimak pelajaran yang disampaikan gurunya. Sepintas tak ada bedanya dengan siswa lain.

Namun, dia merupakan dalang cilik yang sudah sering tampil di banyak tempat.

Cuaca di sekolah Aliando, Dusun Tutul, Desa Tegalsari, Kecamatan Ambulu, terlihat cerah, kemarin. Kedatangan wartawan Jawa Pos Radar Jember disambut oleh seorang guru perempuan yang sedang mengajar. Setelah tahu Ali yang dicari, guru perempuan ini langsung tanggap.

“Mau ketemu Mas Ali dalang, ya?” ucap guru tersebut.

Ali kemudian diajak ke ruang kepala sekolah. Bocah ini didampingi Heri Handriyas Setiawan, guru penjaskes di SDIT tersebut. Ali mengaku, dirinya bercita-cita menjadi dalang terkenal dan guru seni.

Dia mengidolakan dalang kondang yang cukup terkenal, Ki Manteb Sudharsono asal Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Sejak Aliyando ini terlihat menyukai wayang, orang tuanya membelikan wayang yang terbuat dari bahan kertas atau disebut dengan wayang duplek.

Wayang dari kertas itu di antaranya gunungan, tokoh Limbuk, dan Buto Patih. Selanjutnya, ia dibelikan wayang yang terbuat dari bahan kulit, yakni tokoh Ontorejo. Dia sering tampil di wilayah Kabupaten Jember dan Banyuwangi.

Diajak oleh Ki Edy Siswanto yang terkenal dengan sebutan Dalang Sabet Alap-Alap, yang tak lain adalah guru lesnya.

Aliando saat ini duduk di kelas II SDIT. Dia merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara.

Kakak pertamanya Aliffia Yudiana Putri, Alissha Yudiana Putri, dan Muhammad Aliando Yudiana Putra. Dia memang sering tampil bersama Ki Edy Siswanto, dalang asal Ambulu.

“Biasanya mengisi lebih awal, sebelum Ki Edy ini tampil. Sore bagian si dalang kecil dan sudah mulai dikenal karena bisa memainkan puluhan wayang kulit,” ucap Ali yang didampingi Heri.

Dulunya, Ali sering melihat Ki Edy Siswanto tampil. Kemudian, di acara tersebut Ali diberi hadiah wayang. Sehingga makin semangat. Selain itu, dia ikut les di rumah dalang Edy Siswanto. Sering juga melihat video Youtube dalang kondang, seperti Ki Manteb Sudharsono, Dwijo Kangko.

Pertama tampil pada acara khitanan putra dari Ki Edy Siswanto di Ambulu, setahun lalu atau saat Ali masih kelas 1.

“Sebelumnya, Ali sudah mulai ikut les wayang di rumah Pak Edy ini. Saat ditanya berani atau tidak, saya tidak menolak,” ucap Ali.

Aliando mengikuti les dalang dua kali dalam seminggu, yakni pada hari Kamis dan Minggu. Hal ini dilakukan agar selalu sehat saat tampil jika diajak Ki Edy.

Ali jarang bermain karena sekolahnya full day sampai pukul 16.00. Namun, dia punya kesukaan menonton acara wayang.

Menurut Ali, les dalang tak hanya dilakukan secara offline. Namun, sering online melalui WA. “Saya tidak merasa terganggu dengan les wayang atau pas ikut dalang. Jadi, waktunya sekolah fokus sekolah. Ikut dalang di luar waktu sekolah,” jelasnya. Dia mengaku harus tidur siang apabila malamnya tampil.

Pada kesempatan itu, Heri Handriyas mengatakan, minat Ali terhadap wayang memang mulai terlihat sejak kecil.

“Anaknya memang berminat di pewayangan. Apalagi di rumah mendapat dukungan dari keluarga. Terutama kedua orang tuanya. Seperti memberikan fasilitas,” jelasnya. Di sekolah, Ali dipanggil Mas Ali Dalang.

Saat acara-acara tertentu, Ali juga tampil di sekolah. Bicaranya ceplas ceplos layaknya dalang kawakan.

“Aliando ini tidak pernah bolos sekolah, kecuali sakit. Meskipun pulang tampil bersama Ki Edy, paginya tetap masuk sekolah,” ucap Heri.

Sementara itu, Agus Yudiarto, ayah Aliando, mengaku hanya bisa mendorong putra ketiganya itu menjadi dalang.

“Saya awalnya membelikan wayang yang terbuat dari kertas, ternyata sangat suka sekali. Selanjutnya saya tanyakan apakah mau kalau ikut les wayang. Ternyata tidak menolak,” katanya.

Terakhir, Ali ikut main bareng dalang Edy, Sabtu (25/5) lalu, di Banyuwangi.

Bocah kelahiran Jember, 13 April 2016, yang tinggal di Dusun Tegalbenteng, Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, ini pun mengaku akan terus giat belajar. (c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #dalang cilik