Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Petani Tembakau di Jember, Berharap Ada Kestabilan Harga Tembakau

Radar Digital • Kamis, 23 Mei 2024 | 00:30 WIB
HARUS CEPAT: Beberapa petani di Desa/Kecamatan Mayang menanam 7.000 bibit tembakau di lahan seluas 250 Meter persegi, Minggu (19/5). (YULIO/RJ)
HARUS CEPAT: Beberapa petani di Desa/Kecamatan Mayang menanam 7.000 bibit tembakau di lahan seluas 250 Meter persegi, Minggu (19/5). (YULIO/RJ)

SUMBEREJO, Radar Jember - Memasuki masa tanam, sejumlah petani tembakau bersiap-siap. Seperti yang dilakukan oleh petani di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu Jember.

Meski masih butuh waktu empat bulan untuk panen, mereka berharap ada kepastian harga.

Harapan tersebut tentu bukan tanpa alasan. Sebab, petani dihadapkan pada mahalnya harga pupuk.

Maklum saja, tembakau tidak masuk dalam tanaman yang bisa mendapatkan pupuk subsidi.

Hal itu membuat mereka membutuhkan biaya yang lebih banyak.

Tak heran jika saat masa panen tiba, petani ingin ada kepastian harga tembakau.

Seperti yang dikatakan oleh Mursid, petani tembakau di Desa Sumberejo. Dia mengatakan, harga jual tembakau belum bisa diprediksi.

Sebab, biasanya harganya akan diketahui setelah gudang yang menampung dan membeli tembakau buka.

“Kalau gudang sudah buka, baru ketahuan harganya. Bergantung ke sana (gudang, Red) semua,” katanya.

Dia berharap ada kepastian harga yang didapatkan petani tembakau.

Menurutnya, biaya produksi yang dibutuhkan cukup tinggi. Khususnya untuk membeli pupuk nonsubsidi.

“Satu hektare tanaman tembakau itu bisa delapan kuintal pupuk,” imbuhnya.

Sementara itu, Sujarwo, petani tembakau lainnya, menyebut, harga tembakau semakin jatuh, bila petani sulit mengakses gudang.

Sehingga, ada saat panen tiba, tengkulak membeli tembakau saat di sawah.

Bila itu terjadi, untung petani juga minim.

Dia juga mengaku, kepastian harga bagi petani tembakau cukup dibutuhkan.

Sebab, selain harus menghadapi tantangan mahalnya pupuk, mereka juga dihadapkan pada cuaca.

“Kalau cuaca buruk seperti hujan terus-menerus bisa gagal panen. Kalau harganya stabil, minimal bisa balik modal lah,” pungkasnya. (ham/c2/dwi)

Editor : Radar Digital
#tembakau #Jember