RAMBIPUJI, Radar Jember – Sepekan pasca-uji coba pembatasan kendaraan angkutan barang melintasi Rambipuji sampai Mangli, mulai ada titik cerah untuk urusan ketertiban. Sebab, para sopir truk besar pada jam sibuk, yaitu pagi dan sore hari, memahami tidak akan melintas lewat Alun-Alun Rambipuji.
Melainkan memilih memutar lewat Balung atau berhenti menunggu berakhirnya jam operasi pembatasan kendaraan tersebut.
Diketahui, pada pekan kemarin, saat awal uji coba pembatasan kendaraan angkutan barang itu diberlakukan, terdapat sejumlah sopir truk yang nakal melintas di jalan utama menuju Alun-Alun Rambipuji.
Namun, pantauan Jawa Pos Radar Jember, kemarin (21/5), sejumlah sopir truk sudah terbiasa dengan adanya pembatasan angkutan barang yang dilarang melewati Kaliputih hingga simpang Mangli pada pagi dan sore hari.
Di simpang Kaliputih, Rambipuji, tersebut sejumlah petugas juga tetap turun untuk menertibkan dan mengarahkan truk agar belok ke arah Balung.
Tanpa diberi tahu petugas Dishub yang berjaga, sebagian besar sopir truk langsung belok ke arah Balung.
Sementara itu, juga ada sopir truk memilih menepi dan berhenti untuk menunggu jam operasional pembatasan kendaraan angkutan barang itu selesai.
Sebab, pembatasan tersebut dimulai pagi hari pukul 06.00 sampai 09.00.
Agung, Petugas Dishub Jember yang berjaga di simpang Kaliputih mengaku, memang pada awal uji coba diberlakukan ada sopir yang tidak tahu.
Bahkan, tak sedikit yang terus melaju ke arah Alun-Alun Rambipuji.
Tetapi setelah seminggu uji coba ini diberlakukan, kini banyak sopir yang memahami ada aturan baru tersebut.
Dia menjelaskan, pembatasan angkutan jalan yang diterapkan mirip dengan sistem satu arah (SSA) di daerah kampus yang berlaku pagi dan sore hari tersebut cukup efektif mengurai kemacetan mulai dari simpang tiga Kaliputih hingga simpang empat Mangli.
“Sepanjang jalan memasuki Rambipuji sampai Mangli itu banyak lembaga sekolah dan perkantoran di sana,” terangnya.
Hal itu juga diperjelas oleh Siti Mariyani, Kepala SMPN 1 Rambipuji.
Dia mengaku cukup mengapresiasi langkah pemerintah dengan memberlakukan pembatasan jalan untuk kendaraan besar.
“Karena kalau pagi selain siswa SMPN 1 Rambipuji juga ada lembaga sekolah negeri lainnya. Seperti SMKN 5 Jember yang jumlah muridnya cukup banyak,” tuturnya.
Adanya pembatasan truk besar melintas ke Rambipuji juga menguntungkan bagi pemilik warung kopi di Kaliputih, Rambipuji.
“Makin ramai warungnya. Banyak sopir truk itu ngopi sembari menunggu berakhirnya operasional pembatasan jalan,” tutupnya. (jum/c2/dwi)
Editor : Radar Digital