Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kakak Adik di Jember sampai Putus Sekolah, Gara-gara Kecanduan Game Online, Begini Kisahnya

Radar Digital • Minggu, 12 Mei 2024 | 03:31 WIB
Asik main game kapanpun karena Galaxy S23 FE punya sistem pengaturan suhu yang optimal melalui fitur Vapor Chamber yang besar
Asik main game kapanpun karena Galaxy S23 FE punya sistem pengaturan suhu yang optimal melalui fitur Vapor Chamber yang besar

JENGGAWAH, Radar Jember – Kesehatan mental bisa terganggu oleh banyak faktor.

Salah satu yang cukup banyak yaitu game online.

Apabila dimainkan dalam waktu yang cukup lama, maka bisa saja merusak kesehatan mental anak.

Kasus terbaru terjadi di Kecamatan Jenggawah. Kakak-adik, EW, 19, dan SA, 17, diduga sampai depresi akibat kecanduan game online. Bahkan, keduanya sampai putus sekolah.

“EW sejak empat tahun terakhir, sementara SA mengalaminya satu tahun terakhir. Iya, gara-gara main game,” kata KM, ibu kedua anak tersebut, di Jenggawah.

Diceritakan, sebelumnya dua anaknya normal sebagaimana anak pada umumnya. Mereka juga aktif belajar di sekolah dan mengaji di lingkungannya.

Gejala gangguan mental baru diketahui setelah lulus dari sekolah dasar.

Keduanya mulai bermain gadget hingga lupa waktu.

Tak jarang, korban memilih mengurung diri di kamarnya. Keluar hanya untuk makan dan mandi.

“Baru tahunya setelah anak saya ini (EW, Red) tidak mengenal orang tuanya. Siapa kamu? Aku gak punya ibu, gitu katanya,” ucap KM.

Lantaran muncul gejala demikian, kedua anak tersebut dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk dilakukan pemeriksaan.

Selanjutnya, dirujuk ke Poli Kesehatan Jiwa di RSD dr Soebandi. Namun, karena keterbatasan biaya, keduanya sering telat menebus obat.

“Dikasih obat, kadang telat karena gak punya uang buat nebus obat. Jadinya sekarang dibantu puskesmas,” imbuhnya.

Petugas Kesehatan Jiwa Puskesmas Jenggawah, Ali Winoto, menjelaskan, EW sempat mengalami depresi karena jadi korban perundungan ketika duduk di bangku kelas 2 SMP.

Sementara, SA mengalami gangguan kesehatan mental akibat kecanduan game online.

“Ibunya sendiri menghubungi, yang satunya sakit juga. Ya dirujuk juga,” terangnya.

Akibat hal itu, mereka masih berada dalam pengawasan puskesmas terdekat.

Termasuk untuk pengambilan obat dari rumah sakit. Kedua orang tuanya masuk dalam kategori lanjut usia (lansia), sehingga butuh pendampingan agar EW dan SA bisa sehat lagi. (ham/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #kecanduan #game online