Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Mbolang ke Eropa, Apa Saja yang Menarik ? (1), Di Paris, Toko Madura Jualan Seprai dan Bantal

Radar Digital • Senin, 6 Mei 2024 | 21:09 WIB
TERKENAL DI PARIS : Toko Madura di Rue de Rivoli no 156 Paris. Toko ini terletak di kawasan sangat strategis dekat museum De Louvre yang jadi jujugan wisatawan dari penjuru dunia.
TERKENAL DI PARIS : Toko Madura di Rue de Rivoli no 156 Paris. Toko ini terletak di kawasan sangat strategis dekat museum De Louvre yang jadi jujugan wisatawan dari penjuru dunia.

Madura pancen istimewa. Belakangan ngetop lagi. Trending. Terakhir soal larangan buka 24 jam yang kontroversial itu.  Di Paris, Prancis, Madura juga ngetop.

MS RASYID, PARIS - PRANCIS , Radar Jember

NGOMONGIN Madura, nama ini ternyata branding banget. Madura ada di mana-mana bukan guyonan.

Coba saja telisik, pelosok mana di negeri ini yang tidak ada Madura-nya?

Dan, ternyata Madura itu tak hanya beken di Indonesia. Sudah go international sejak lama. Di Paris, Prancis, contohnya.

Di jantung fashion dunia ini ternyata juga ada Madura. Namun, bukan penduduk atau suku asli Madura yang di sana.

Melainkan, sebuah toko yang menggunakan brand Madura.

Toko ini terletak di lokasi yang sangat strategis. Ada di dekat Museum De Louvre yang terkenal itu. Museum ini menjadi jujukan wisatawan dari penjuru dunia.

Belum ke Paris kalau belum ke Eiffel dan Museum De Louvre.

Lokasi Madura persis di dekat perempatan yang cukup ramai hilir mudik wisatawan. Berjarak hanya sekitar 200 meter dari Museum De Louvre. T

epatnya di Rue de Rivoli nomor 156. Tak heran jika depan toko itu hilir mudik wisatawan yang hendak maupun baru pulang dari De Louvre.

Dengan bangunan klasik khas kota tua, keberadaan toko Madura ini tak begitu mencolok jika dilihat dari jauh.

Tulisan Madura yang ada di depan toko dengan ukuran yang lumayan besar tak terlihat dari kejauhan.

Baru ketika kita menyisir trotoar, atau di seberang jalan toko tersebut, nama Madura terlihat mencolok. Cukup mencuri perhatian.

Ada enam tulisan Madura dengan ukuran lumayan mencolok di toko tersebut. Empat di depan toko, dua di antaranya dengan warna putih, background cokelat di tembok.

Dua lagi di sisi samping, karena toko tersebut persis di pojokan.

Justru, dari sisi samping inilah nama Madura lebih kelihatan, meski dari jauh. Sebab, tak tertutup pilar.

Toko tersebut cukup luas. Sekitar 8x10 meter. Namun, jangan dikira ramai dan hilir mudik pengunjung. Toko Madura di Paris ini lebih dikonsep mirip butik.

Pengunjung tak banyak karena sudah punya segmentasi khusus, tapi barang yang dijual berkelas.

Tak hanya kualitas, harganya pun untuk yang punya kelas.

Toko tersebut menjual aneka kebutuhan rumah tangga.

Ada bantal, sofa, seprai, gorden, dan barang-barang kebutuhan rumah tangga lainnya.

Barang-barang yang dijual rata-rata berkelas. “Madura memang top. Di Paris pun ada,’’ kata Abdul Kholik, Ketua Kadin Jember, saat berada di Paris, baru-baru ini.

Bupati Pamekasan periode 2018–2023, Badrut Tamam, pernah mengunjungi toko Madura ini saat berkunjung ke Paris, Prancis, 2020 lalu.

Dia sempat mengungkapkan kebanggaannya nama Madura dijadikan brand toko di Paris. 

Namun, pemilik toko ini ternyata bukan orang Madura yang merantau di Paris. Tapi, orang Prancis yang sengaja menggunakan nama Madura sebagai brand tokonya.

Tak soal. Paling tidak kita bisa berbangga, nama Madura ternyata tak cuma istimewa, tapi membanggakan.

Sehingga, tak perlu lagi kita jadikan olokan, “Ancen Medurooo, telok lemak.’’ Kata-kata bernada cemooh tanda kurang suka yang kadang masih kita dengar. Tak cuma Jogja, Madura pancen istimewa! Lalu, kenapa mesti meributkan jam buka tutup warungnya?

Editor : Radar Digital
#Jember