KEPATIHAN, Radar Jember - Seperti di kota-kota besar lain, saat ini Jember telah memiliki sebuah tugu titik nol kilometer yang berada di depan Masjid Jami lama Alun-Alun Jember. Berdiri kokoh di tengah Kota Tembakau,Bupati Jember Hendy Siswanto bersama Wabup Jember MB Firjaun Barlaman dan Ketua serta Wakil TP PKK Jember meresmikan langsung tugu nol kilometer, Rabu (2/5).
Bupati Hendy menyebutkan, tugu nol kilometer Jember terukir sebuah cerita sejarah berdirinya Jember. Sekaligus sebagai simbol jati diri dari kota yang berada di tengah wilayah tapal kuda. “Jadi tugu nol kilometer merupakan tarikan dari Jember, baik kecamatan hingga kelurahan/desa, terus titik tersebut merupakan dimana sejarah Jember itu berdiri,” jelasnya.
Menurutnya, sudah seharusnya warga Jember memahami sejarah daerah kelahirannya. Tentunya untuk memetik pelajaran yang ada di masa lalu yang bisa diterapkan sebagai penguatan karakter di masa sekarang. Sehingga dari tugu nol kilometer masyarakat dapat belajar sejarah yang jarang sekali orang tahu.
Selain itu, Bupati Hendy mengungkapkan begitu besar peninggalan sejarah yang ada di Jember. Baik berupa warisan tradisi, adat, budaya, maupun arsitektur yang keberadaannya perlu dijaga dan dirawat. “Peninggalan sejarah perlu diberdayakan sebagai objek yang mampu mendorong kemanfaatan bagi publik,” jelasnya.
Pembangunan tugu nol kilometer itu merupakan usulan dari penggiat seni budaya di Jember. Kepeduliannya dengan sejarah Jember, mereka meminta agar Pemkab Jember membangun tugu nol kilometer sebagai simbol sejarah penting Bumi Pandhalungan.
Dari dasar-dasar semua itulah, bupati mengharapkan bersama-sama terus membangun Jember berkelanjutan dengan tujuan akhir, Jember yang makmur dan sejahtera. Untuk itu, tugu nol kilometer jangan hanya menjadi selebrasi belaka, namun juga menjadi pengingat semua tentang jati diri Jember. “Menghargai sejarah dan terus maju untuk membangun Jember yang keren,” pungkasnya. (qal/dwi)
Editor : Radar Digital