SUMBER daya manusia (SDM) buruh tentu harus terus ditingkatkan, sesuai dengan perkembangan teknologi informasi saat ini.
Hal tersebut bisa berdampak pada peningkatan kinerja dalam sebuah perusahaan.
Oleh sebab, pelatihan dan kegiatan lain yang dapat meningkatkan kemampuan harus terus dilakukan.
Ketua Bidang Humas dan Organisasi Apindo Jember Imam mengatakan, kenaikan upah minimum berbarengan dengan tuntutan perusahaan kepada karyawannya, untuk meningkatkan kinerja dan keahlian pekerjanya.
Untuk mencapai hal itu, menurutnya, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) berupaya untuk melakukan berbagai pelatihan. Namun, hal tersebut belum berdampak cukup signifikan.
Dia mencontohkan, salah satu posisi yang kekurangan ahli adalah operator forklif.
Meskipun orang yang dilatih di Jember jumlahnya cukup banyak, namun mereka yang sudah mendapatkan sertifikat ahli banyak yang lebih memilih bekerja di luar daerah.
Hal ini menurutnya harus menjadi perhatian bersama.
“Investasi yang masuk ke Jember, juga butuh tenaga ahli dalam bidang tertentu,” kata pria yang juga menjabat Sekjen Perusahaan Perkebunan Jatim itu.
Dikonfirmasi terkait adanya buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat SDM atau kapasitasnya rendah, Imam menyebut belum menemukan hal tersebut.
Sebab, menurutnya, apabila ada pekerja yang dianggap kapasitasnya kurang, biasanya akan dipindahkan ke tempat atau divisi yang sesuai dengan kapasitasnya.
“Tapi, memang butuh proses penggantinya,” ucapnya.
Selain itu, dia menilai, dalam dunia pendidikan, khususnya sekolah menengah kejuruan (SMK), siswanya harus diperbanyak untuk magang di suatu perusahaan. Supaya ketika lulus sudah siap untuk ditempatkan sesuai dengan kemampuannya.
“Saran untuk ke depannya seperti itu,” ucapnya.
Lebih lanjut, peringatan Hari Buruh atau lebih dikenal dengan istilah May Day diperingati dalam bentuk berbeda.
Sebab, tidak hanya akan melibatkan buruh. Pemerintah dan pengusaha juga akan dilibatkan.
Untuk menjaga keharmonisan dan menghormati hak para buruh di Jember.
“Tidak mengurangi keinginan para buruh untuk melakukan orasi-orasi,” pungkasnya. (ham/c2/nur)
Editor : Radar Digital