SUMBEREJO, Radar Jember - Watu Ulo Pegon Parade (Waton), event tahunan yang mengulang tradisi era 80 sampai 90 kembali digelar meriah, Minggu (21/4) pagi.
Start dari Balai Desa Sumberejo, puluhan pegon arak-arakan melalui jalan-jalan desa menuju Pantai Watu Ulo.
Berjalan jauh enam kilometer, pegon atau cikar yang ditarik dua ekor sapi nampak berjajar rapi kebelakang mengantar warga desa berwisata ke pantai yang menjadi ikon Bumi Pandhalungan.
Dihiasi berbagai ornamen ala-ala budaya jawa. Setiap pegon terlihat bagaikan tunggangan keluarga kerajaan jaman dulu.
Bahkan, sapinya pun juga tak mau kalah. Mulai dari kepala, badan hingga kaki penuh dengan pernak-pernik yang membuat sapi lebih cantik.
Lebih-lebih dilengkapi dengan lonceng sapi yang menjadi suara khas disaat pegon berjalan.
Melihat tradisi pegon yang masih kental di Jember bagian selatan, Bupati Jember Hendy Siswanto terlihat sangat bangga dengan kelestarian budaya yang masih dirawat oleh masyarakat.
Apalagi disajikan dan di padukan dengan ragam budaya nusantara.
"Pegon ini sudah sangat langka di Indonesia, mungkin di Jember hanya satu-satunya daerah yang tetap melestarikan dan menggunakannya," terangnya usai mengikuti Festival Waton 2024 yang bertajuk Singgahsana Watu Ulo.
Tidak hanya menikmati keindahan tradisi masyarakat Jember.
Bupati Hendy juga melakukan ritual siram sapi yang sudah menjadi budaya warga setempat dalam menghargai sapi karena sangat membantu setiap pekerjaan masyarakat.
Sebagai upaya pelestarian tradisi tersebut, orang nomor satu di Jember itu mengajak warga yang memiliki pegon agar tetap menjaga kendaraan tradisional itu.
Untuk itu, Pemkab Jember berharap setiap hari bisa menyiapkan satu atau dua set pegon sebagai salah-satu destinasi wisata yang melengkapi pesona Pantai Watu Ulo.
"Nanti kami akan kolaborasi dengan warga sekitar untuk upaya pelestarian itu," imbuhnya.
Menurutnya, pegon merupakan kendaraan yang sangat nyaman untuk ditunggangi.
Meski lajunya lambat, namun jalannya terasa lembut. Walaupun lewat jalan yang tidak rata.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember mengungkapkan, Festival Waton 2024 diikuti sebanyak 50 pegon.
Bukan hanya dari warga Kecamatan Ambulu saja.
Namun warga yang berada di luar Kecamatan Ambulu turut hadir meramaikan gelaran yang adakan setia tuju hari usai lebaran.
"Peserta pegon saat ini antusiasnya sangat besar, terlihat dari jumlah dan jarak mereka berangkat dari rumah ke Watu Ulo naik pegon," terangnya.
Lebih lanjut, kemeriahan Festival Waton 2024 akan berlanjut di tahun-tahun berikutnya.
Tentu dengan sajian yang lebih menarik dan meriah lagi.
Sebab, adanya festival itu akan membantu mempromosikan wisata di Jember.
"Tiap tahun akan kita adakan yang lebih besar, meski saat ini sudah meriah nanti akan lebih meriah lagi," pungkasnya.(qal)
Editor : Radar Digital