DOSEN Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unej, Hermanto Rohman, mengatakan, rencana renovasi Alun-Alun Jember sudah lama dicanangkan.
Hampir setiap tahun rencana tersebut dicanangkan. Namun, tidak tereksekusi dengan berbagai alasan yang ada.
Dia menyebut, karena rencana renovasi ini sudah lama dicanangkan dan tahun ini sudah disepakati oleh DPRD Kabupaten Jember, pelaksanaannya harus berskala prioritas.
“Namun, tentu sudah melalui tahap analisis, mana yang seharusnya menjadi skala prioritas di akhir pemerintahannya,” paparnya.
Jika renovasi alun-alun hanya untuk menggugurkan janji politiknya, dan terkesan dipaksakan, menurut dia, lebih baik menuntaskan program yang menjadi skala prioritas lainnya.
Dikatakan, rencana renovasi wajah kota Jember tersebut seharusnya sudah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga gambaran jantung kota ini bisa dipastikan melalui perencanaan yang baik.
Lebih lanjut, Hermanto mengatakan, konsep renovasi alun-alun ini harus dipersiapkan dengan matang. harus jelas renovasinya untuk apa.
“Mau dibuat semacam ruang terbuka hijau (RTH) atau pusat olahraga,” jelasnya. Sehingga masyarakat tidak menganggap renovasi tersebut hanya sebatas menambal kerusakan di Alun-Alun Jember.
Selain itu, relokasi pedagang kaki lima (PKL) juga perlu diperhatikan. Jika skala prioritas kebijakan renovasi Alun-Alun Jember untuk RTH, PKL juga harus disterilkan dengan tegas. “Tidak mengusir, namun memberi ruang lain,” pungkasnya. (mg2/c2/nur)
Editor : Radar Digital