Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Puluhan Orang di Jember Keracunan Takjil, Begini Komentar Kepala Puskesmas

Radar Digital • Senin, 1 April 2024 | 21:18 WIB
DIRAWAT: Salah satu warga yang keracunan setelah makan takjil saat menjalani perawatan di puskesmas. (polsek untuk RJ)
DIRAWAT: Salah satu warga yang keracunan setelah makan takjil saat menjalani perawatan di puskesmas. (polsek untuk RJ)

JEMBER, radarjember.id - Puluhan orang di Desa/Kecamatan Mayang Jember, terpaksa harus dilarikan ke puskesmas terdekat, kemarin (31/3) malam.

Mereka diduga keracunan takjil yang dibagikan oleh warga sekitar di jalan raya.

Makanan tersebut terdiri dari nasi, ayam suwir pedas dan tempe bacem.

Saat mengkonsumsi makanan yang dibuat secara swadaya itu, korban mengaku tidak merasakan apapun, karena rasanya sama seperti makanan pada umumnya.

Para korban keracunan takjil tersebut mulai dari usia anak-anak hingga dewasa. Hampir semua yang mengkonsumsi takjil mengalami gejala yang sama.

Seperti yang dirasakan oleh Putra, 9, siswa kelas 3 SD tersebut mulai merasakan mual, muntah dan diare sejak pukul 9 malam.

“Sampai pagi buang air terus semalam dia,” kata Janatin orang tua Putra.

Melihat anaknya yang mengalami gejala tersebut, Janatin memilih untuk mengobatinya secara pribadi.

Namun karena hingga Senin (1/4) kondisinya tidak kunjung membaik.

Akhirnya Janatin memutuskan untuk membawa Putra ke Puskesmas Mayang, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Karena tak lihat masih lemas, akhirnya saya bawa ke puskesmas,” imbuhnya.

Tidak hanya Putra, kejadian serupa juga dialami oleh Ananda Slamet Trikasari, 15. Dia juga mengaku mengeluhkan pusing, mual, muntah dan diare beberapa jam setelah mengkonsumsi takjil yang didapatkan di jalanan.

“Habis buka puasa saya tidur. Bangun jam 8 terus muntah-muntah dan diare,” kata siswa yang masih duduk di bangku SMP tersebut.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Mayang Hamid Dwi Supriyanto mengatakan, ada puluhan orang yang sempat dirawat. Namun sebagian besar mereka dipulangkan karena kondisinya membaik.

“Sekarang (senin, 1/4, red) empat apa lima pasien gitu,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan pasien korban keracunan, dia menyebut ambulans dari puskesmas terdekat.

Karena berdasarkan informasi yang beredar, ada 300 kotak takjil yang disiapkan. (jum/ham/bud)

Editor : Radar Digital
#Jember #keracunan #Puskesmas