Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Mengunjungi Masjid Bani Toyyib di Patrang Jember, Tampak Cantik dengan Lapisan Keramik

Radar Digital • Rabu, 20 Maret 2024 | 21:35 WIB
ELEGAN: Masjid unik Bani Toyyib terlapisi keramik pada sekujur bangunannya di Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang.(YULIO FA/RADAR JEMBER)
ELEGAN: Masjid unik Bani Toyyib terlapisi keramik pada sekujur bangunannya di Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang.(YULIO FA/RADAR JEMBER)

BARATAN, Radar Jember - Masjid Bani Toyyib di Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, ini memiliki keunikan pada penampilannya.

Seluruh bangunannya terlapisi oleh pecahan keramik warna-warni.

Mulai dari tiang penyanggah hingga langit-langit masjid.

Arsitektur masjid Bani Toyyib memiliki perpaduan ornamen keramik klasik dan kontemporer.

Sehingga masjid tersebut bernuansa zaman yang berbeda.

Sekilas memiliki kemiripan bangunan kuno di Timur Tengah.

Tak hanya itu, masjid yang sudah ada sejak Indonesia belum merdeka tersebut juga memiliki banyak pelantang suara yang terletak di puncak menara masjid.

Secara kasat mata ada kurang lebih delapan pelantang suara.

Ketua Takmir Masjid Bani Toyyib, Achmad Jauharman, mengatakan, terpasangnya lapisan pecahan keramik pada seluruh bangunan masjid tersebut sejak renovasi terakhir, yaitu pada tahun 2005, dengan maksud agar corak masjid lebih berwarna dan bisa menjadi bangunan indah agar warga lebih semangat untuk melaksanakan ibadah.

"Dalam renovasinya tidak mengubah bentuk struktur bangunan masjid. Hanya menambah dan memodifikasi bangunan terdahulunya," jelasnya.

Dikatakan, bagian dalam masjid Bani Toyyib memiliki enam tiang penyanggah yang menyimbolkan rukun iman.

Sedangkan di luar masjid terdapat 63 tiang yang membuat masjid tersebut terkesan gagah dan kokoh.

Meski pada pembangunan masjid tidak menggunakan gambar perancangan arsitektur, namun keunikan bangunan tersebut menarik perhatian pengunjung.

"Sejak dibangun masjid ini tanpa menggunakan arsitek profesional. Hanya mengandalkan swadaya warga setempat. Begitu pun dengan renovasinya," ucapnya.

Masjid yang terletak tidak jauh dari jalan raya Jember–Bondowoso itu tidak pernah sepi pengunjung.

Tidak hanya untuk melaksanakan ibadah salat, namun juga menjadi tempat peristirahatan orang yang sedang perjalanan jauh.

"Alhamdulillah, jemaah salat lima waktu tidak pernah sepi. Selain warga sekitar, juga banyak dari luar yang sedang berpergian jauh," pungkasnya. (mg2/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #Masjid