Pesona Pantai Selatan Jember belum sepenuhnya pudar.
Berbagai keindahan memanjakan mata masih mudah didapatkan.
Seperti panorama senja di sekitar Jalur Lintas Selatan (JLS) di Puger ini. Apalagi saat Ramadan, berwisata bisa sambil ngabuburit.
MAULANA, Puger, Radar Jember
ANGIN senja sore itu berembus sangat kencang. Khas suasana di pinggiran pantai dengan bentangan alamnya yang luas.
Sepanjang mata memandang hanya ada gundukan pasir dan pandan penghalang ombak pantai.
Sementara, di seberang jalan orang sudah ramai dengan aktivitasnya masing-masing. Ada yang membuka lapak jualan. Ada yang sekadar nongkrong. Ada pula yang menerbangkan layang-layang.
Beginilah suasana senja di sekitar Jalur Lintas Selatan (JLS) Puger, Dusun Jadukan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Jember.
Pemandangan yang hampir terjadi setiap hari saat menjelang petang.
Lebih-lebih saat akhir pekan, Sabtu atau Minggu.
"Paling ramai biasanya hari Sabtu-Minggu, banyak orang bahkan dari luar Jember main ke JLS. Cuma ingin nerbangkan layang-layang," kata Moh. Nur, tokoh pemuda setempat.
Keindahan di sepanjang jalur ini memang benar-benar memanjakan mata.
Lokasinya yang bersebelahan dengan pesisir pantai menambah suasana liburan semakin berkesan. Lebih-lebih saat Ramadan ini.
Tak sedikit orang menghabiskan waktu menjelang petang sambil memburu Magrib, dengan kongkow-kongkow di sepanjang JLS tersebut. "Istilahnya dibuat ngabuburit sama anak-anak muda kebanyakan, sambil berburu takjil," imbuh dia.
Jawa Pos Radar Jember belum lama ini sempat melihat langsung kawasan sepanjang JLS tersebut.
Sejak pukul 15.00, banyak orang sudah mulai berdatangan untuk sekadar nongkrong maupun melihat orang-orang menerbangkan layang-layang.
Selebihnya, yang lainnya berburu makanan dari pedagang yang melapak di sepanjang JLS.
"Sering main ke sini (JLS, Red) bareng temen-temen. Karena rame, gak ngebosenin," kata Heru Santoso, pengunjung di JLS, saat itu.
Keindahan yang ada di sepanjang JLS itu juga menarik perhatian masyarakat untuk berjualan. Mereka mencari keuntungan dengan memanfaatkan keramaian.
Terutama saat akhir pekan, karena banyak masyarakat dan pehobi layang-layang yang datang meramaikan JLS.
Khususnya di wilayah Dusun Jadukan.
Kondisi serupa juga terjadi saat Ramadan kali ini. JLS tetap menjadi jujukan dan daya tarik tersendiri.
Tak hanya penjual makanan dan minuman, namun juga ada masyarakat dari luar daerah Jember, seperti dari Lumajang. (mau/c2/nur)
Editor : Radar Digital