Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Berikut Data Statistik Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Jember, Ini Komentar BPS Jember

Radar Digital • Rabu, 13 Maret 2024 | 01:35 WIB

 

“Dilihat dari sisi produksi struktur PDRB sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyumbang tertinggi.” TRI ERWANDI Kepala BPS Jember
“Dilihat dari sisi produksi struktur PDRB sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyumbang tertinggi.” TRI ERWANDI Kepala BPS Jember

KEPATIHAN, Radar Jember – Selama tahun 2023 tercatat laju pertumbuhan ekonomi di Jember mencapai 4,93 persen.

Jumlah itu masih lebih oke daripada Bondowoso, Situbondo, ataupun Probolinggo.

Namun, masih di bawah pertumbuhan ekonomi Banyuwangi dan Lumajang.

Dalam rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, pertumbuhan ekonomi di Jatim pada 2023 mencapai 4,95 persen.

Jumlah itu selisih tipis dengan Jember yang mencapai 4,93 persen. Bahkan, tercatat seluruh kabupaten di Tapal Kuda.

Mulai dari Kabupaten Probolinggo, Lumajang, hingga Banyuwangi menunjukkan pertumbuhan yang positif dengan angka kisaran 4,6 hingga 5 persen (selengkapnya lihat grafis).

Kepala BPS Jember Tri Erwandi mengatakan, capaian itu menunjukkan perekonomian di Jember terbilang baik.

Mengingat selama masa pandemi laju perekonomian Jember tercatat minus. Pertumbuhan ekonomi tahun 2023 kondisinya tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Yaitu masih didominasi dari sektor pertanian. “Dilihat dari sisi produksi struktur produk domestik regional bruto (PDRB) didominasi pertanian, kehutanan, dan perikanan,” terangnya.

Sektor pertanian yang meliputi kehutanan dan perikanan itu mencapai 25,76 persen. Menurutnya, dari sisi produksi pertanian tetap jadi penyumbang utama. Sebab, Jember adalah daerah pertanian dengan jumlah lahan cukup luas.

Namun, jika dilihat dari kondisi cuaca saat ini masih bisa dimaklumi jika sektor pertanian hanya menyumbang angka laju ekonomi yang cukup kecil.

Namun hebatnya, meski sektor perekonomian utama, yaitu pertanian, Jember terganggu, pemerintah daerah mampu menggerakkan sektor lain.

Salah satunya yakni sektor perdagangan.

Hal itu membuktikan bahwa sektor perdagangan dan industri memiliki andil yang sangat besar dalam meningkatkan laju ekonomi.

Sehingga bisa menopang sektor utama yang sedang mengalami masalah.

"Langkah antisipasinya sangat bagus. Ketika pertanian terganggu, pemkab langsung bergerak ke sektor lain untuk mendongkrak," ujarnya.

Namun, yang menjadi catatan, Pemkab Jember tetap harus memperhatikan produktivitas sektor pertanian.

Tidak boleh mengandalkan pasokan dari kabupaten tetangga.

Terlebih kabupaten lain juga ingin meningkatkan domain sektor pertaniannya.

Menurutnya, pemkab wajib meningkatkan laju perekonomian dari sektor pertanian lebih tinggi lagi.

Sebab, mau bagaimana pun pertanian merupakan sektor utama Kota Tembakau.

"Pertanian di Jember sangat bagus. Itu harus dimaksimalkan oleh pemerintah," pungkasnya. (qal/c2/dwi)

Pertumbuhan Ekonomi 2023

Bondowoso: 4,62 persen

Kabupaten Probolinggo: 4,73

Situbondo: 4,90 persen

Jember: 4,93 persen.

Lumajang: 5 persen

Banyuwangi: 5,03 persen.

Jatim: 4,95 persen

Pertumbuhan rata-rata di daerah Tapal Kuda 4,6 hingga 5 persen.

Editor : Radar Digital
#Jember #Ekonomi #BPS Jember #Bupati Jember