Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tuding Bawaslu Jember Tebang Pilih, Buntut Perseteruan PAN dengan Gerindra

Radar Digital • Jumat, 8 Maret 2024 | 20:47 WIB
TUNTUT KEADILAN: Tim advokasi dan hukum DPW PAN Jatim, Habib Zaini, memberikan keterangan pers di Hotel Aston Jember, Rabu (6/3).
TUNTUT KEADILAN: Tim advokasi dan hukum DPW PAN Jatim, Habib Zaini, memberikan keterangan pers di Hotel Aston Jember, Rabu (6/3).

KALIWATES, Radar Jember - Dugaan kecurangan pemilu yang terjadi di Kecamatan Sumberbaru, Jember, seolah sulit reda.

Seusai KPU Jember memfasilitasi pleno rekapitulasi melalui forum mediasi untuk Kecamatan Sumberbaru, secara bersamaan gelombang protes dari sejumlah parpol terus berlanjut.

Kini, giliran DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Timur, yang memprotes pleno rekapitulasi KPU Jember, melalui tim advokasi dan hukum DPW PAN Jatim, Habib Zaini.

"Kami melihat adanya ketidakadilan dan dugaan pelanggaran pemilu, berupa penggelembungan suara Partai Gerindra, dan penyusutan suara PAN, yang mencapai ribuan. Karena itu, kami melayangkan protes dan hendak melaporkan ke Bawaslu," kata Habib ketika ditemui di sela-sela mediasi rekapitulasi, di Hotel Aston Jember, Rabu petang (6/3).

Berdasarkan data yang dikantonginya, Habib mengungkapkan banyak kecurangan yang dialami partainya, dan masif terjadi di semua desa di Kecamatan Sumberbaru. Di antaranya di Desa Jamintoro, Karangbayat, Yosorati, Pringgowirawan, Gelang, Sumberagung, Jambesari, dan Desa Jatiroto.

"Kami ada buktinya, saat rekapitulasi ulang di Kecamatan Sumberbaru. Namun, sayangnya kami tidak diberikan kesempatan waktu untuk menunjukkan bukti itu," ujarnya.

Upaya tak terhenti di situ. Habib mengaku partainya berupaya membuat laporan ke Bawaslu Jember. Namun, tak membuahkan hasil lantaran laporan belum masuk dan belum diterima Bawaslu. Dia bahkan mengaku laporannya sengaja diabaikan.

"Kami berupaya mengajukan laporan kami ke Bawaslu, namun sayangnya, Bawaslu seolah-olah tidak mau menerima. Kami bahkan kontak orang-orang Bawaslu juga tak direspons. Ayo penyelenggara pemilu, pemilu ini harus jurdil, bersih. Ada keberatan partai lain dilakukan pengusutan, tapi di partai kami (PAN, Red) tidak dilakukan pengusutan, mengapa?" gerutunya.

Pihaknya memastikan bakal mengawal penuh suara partainya yang lenyap tersebut. Khususnya suara pada pemilihan DPR RI.

"Kami tidak mau tahu urusan menang atau kalah. Tapi, kami menuntut keadilan akan berjalannya pemilu ini. Kami sudah berupaya menyampaikan keberatan itu. Namun tidak digubris, seolah-olah diabaikan. Mudah-mudahan beliau (KPU Bawaslu, Red) pakek hati nurani, mari kita buka-bukaan biar fair," imbuh Habib.

Ketua Bawaslu Jember Sanda Aditya Pradana belum memberikan tanggapan kepada wartawan perihal protes dari PAN.

Kendati telah dihubungi melalui sambungan telepon seluler maupun pesan Whatsapp.

Terpisah, Ketua DPC Partai Gerindra Jember Ahmad Halim juga tak ingin berkomentar banyak.

Halim hanya memastikan bahwa keberatan itu harus disertakan data pembanding, berdasarkan C plano atau C hasil dengan D-1.

Mengingat, kata Halim, saat DPC Partai Gerindra Jember melaporkan kecurangan caleg PAN ke Bawaslu, dia juga menyertakan data pembanding.

"Kalau kami yang melaporkan itu berdasarkan data sandingan, antara C plano, C hasil disandingkan dengan D awal. Lebih dari itu, dikonfirmasi ke Bawaslu," pungkas Halim. (mau/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #Bawaslu Jember #Gerindra #PAN #Politik