Kaki Dipasang Pen hingga Infeksi
KALIWATES, Radar Jember – Fathur warga Baratan, Kecamatan Patrang akhirnya dievakuasi oleh UPT Liposos untuk dilakukan perawatan di RSD dr Soebandi, kemarin (4/3).
Pria 24 tahun tersebut kondisi kakinya yang dipasang pen tersebut mengalami infeksi.
Apalagi, Fathur berprofesi sebagai pengamen dan hidup sebatang kara.
Kesehariannya, Fathur mengamen di lampu lalu lintas pertigaan RSD dr Soebandi, Patrang. Kaki Fathur yang dipen itu, setelah dua tahun lalu mengalami kecelakaan.
Kepala UPT Liposos Jember Roni Efendi mengatakan, ada laporan warga yang masuk yang menunjukan foto Fathur.
"Awalnya kami ke rumah Fathur orangnya tidak ada. Baru ke dua, kami tinjau lagi ke rumahnya dan ternyata memang butuh evakuasi,” terangnya.
Menurut laporan yang ada, Fathur tinggal sendirian di rumahnya tanpa keluarga.
“Ibunya sudah meninggal dan ayahnya menikah lagi. Menurut Fathur, dirinya bertemu ayahnya satu tahun yang lalu waktu ngamen," kata Roni
Roni menjelaskan, Fathur mengalami kecelakaan dua tahun lalu dan membuat kaki kanannya patah. Sehingga, kakinya harus dipasang pen.
“Pen itu harus dibuka dalam jangka waktu 6 bulan. Karena, Fathur tidak memiliki uang untuk membukanya, sampai kondisi kakinya makin parah dan infeksi," katanya.
Roni berharap, setelah Fathur dirawat dan sembuh. Maka pihaknya, akan memberikan keterampilan kerja sesuai dengan keinginannya.
"Agar Fathur hidup lebih bermanfaat dan tidak kembali ke jalanan sebagai pengamen," pungkasnya. (mg1/dwi)
Editor : Radar Digital