Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

30 Toko di Jember Di-blacklist Bulog, Loh Kok Bisa?

Radar Digital • Rabu, 28 Februari 2024 | 20:24 WIB
MAKANAN POKOK: Pedagang menunjukkan beras di tokonya, di Jalan Letjen Panjaitan Jember.(YULIO FARUQ AKHMADI/RADAR JEMBER)
MAKANAN POKOK: Pedagang menunjukkan beras di tokonya, di Jalan Letjen Panjaitan Jember.(YULIO FARUQ AKHMADI/RADAR JEMBER)

KEBONSARI, Radar Jember - Seiring naiknya harga beras, jumlah permintaan beras di Jember dan di Indonesia semakin tinggi. Pengetatan agar tidak ada penimbunan serta permainan harga pun dilakukan.

Baru-baru ini, Bulog Jember mem-blacklist 30 toko karena menjual beras medium di atas harga eceran tertinggi (HET).

Di sisi lain, cadangan beras medium Bulog Jember diperkirakan hanya cukup sampai pada Mei 2024.

Tetapi, proses penambahan cadangan beras terus dilakukan demi mencukupi kebutuhan daerah, yaitu Jember.

Kepala Perum Bulog Cabang Jember Muhammad Ade Saputra menyebutkan, cadangan beras medium per 27 Februari sebanyak 3.450 ton.

Pada Januari kemarin, pihaknya telah mendistribusikan 3.200 ton beras dan bulan ini 3.000 ton.

“Kami masih terus melakukan penambahan stok dan pengirimannya bertahap dari Surabaya,” terangnya saat ditemui, kemarin (27/2).

Menurutnya, permintaan beras tahun ini sangat tinggi dibandingkan tahun lalu pada bulan yang sama.

Bahkan selisihnya sangat jauh. Dia menyebut, Januari dan Februari 2023 permintaan beras medium ke Bulog hanya 500 hingga 700 ton.

Pihaknya menyediakan beras SPHP untuk jenis medium yang didistribusikan ke berbagai toko retail modern hingga pasar tradisional.

Di toko retail modern, tambahnya, pengiriman beras sesuai dengan kuantum yang diminta sesuai jumlah PO.

Di toko, outlet, hingga pasar tradisional, pihaknya membatasi pengiriman dua ton per minggu di 180 titik.

“Kami juga kerja sama dengan BUMDesma di 28 kecamatan. Masing-masing kami jatah 10 ton,” ulasnya.

Harga eceran tertinggi (HET) beras SPHP sesuai ketentuan Bapanas dipatok Rp 10.900 per kilogram untuk dijual ke konsumen atau Rp 54.500 per lima kilogram. Sedangkan beras premium Bulog dipatok Rp 13.900 per kilogram. “Kalau beras premium kami sekarang stoknya habis. Nanti akan ada pengadaan lagi,” terang mantan kepala Perum Bulog Cabang Bondowoso itu.

Lebih lanjut, Ade menjelaskan, HET gabah kering panen (GKP) sesuai peraturan Bapanas Rp 5.000 dan gabah kering giling (GKG) Rp 6.000 per kilogram.

Sementara, harga jual GKP petani ke Bulog Rp 7.000 sampai Rp 7.500 per kilogram dengan kadar air di atas 25 persen.

Menyikapi mahalnya beras saat ini, dia meminta kepada masyarakat agar tidak menimbun beras SPHP. Pedagang diharapkan bisa membatasi penjualan agar merata.

Pihaknya juga melakukan langkah-langkah strategis di tengah masyarakat.

Gerakan pangan murah dengan menggelar operasi pasar masih terus dilakukan. Selain itu, pendistribusian beras SPHP masih berjalan di berbagai titik yang tersebar.

Langkah ketiga, pihaknya menggelontorkan bantuan pangan berupa beras sepuluh kilogram setiap bulan hingga Juni kepada 220.698 penerima bantuan pangan (PBP) di Jember.

Bulan ini direncanakan akan dibagikan pada tanggal 29.

“Penerimanya sesuai data Kemenko PMK yang sudah terverifikasi dan tervalidasi oleh dinas yang membidangi di Jember,” papar Ade.

Terkait penjual beras SPHP yang ketahuan menjual dengan harga tak sesuai HET, Bulog akan memutus distribusi kepada toko tersebut.

Baru-baru ini, pihaknya telah melakukan blacklist kepada 30 toko di beberapa wilayah di Jember yang ketahuan menjual beras SPHP di harga Rp 12 ribu.

“Kalau dijual lebih dari HET, kami tidak punya kewenangan untuk memberikan sanksi. Tapi, kalau dari Bulog tidak akan disuplai lagi, kami stop,” urainya. (sil/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#harga #Jember #beras #bulog