Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Benda ODCB, Nasibmu Kini, Ada yang Dititipkan di Pekarangan Warga Jember

Radar Digital • Kamis, 8 Februari 2024 | 14:15 WIB
JANGAN DIBIARKAN: Komunitas Sudut Kalisat ketika menggelar pameran yang mengangkat tema Batuan Berkisah, beberapa waktu lalu.(DOKUMENTASI RADAR JEMBER)
JANGAN DIBIARKAN: Komunitas Sudut Kalisat ketika menggelar pameran yang mengangkat tema Batuan Berkisah, beberapa waktu lalu.(DOKUMENTASI RADAR JEMBER)

AJUNG, Radar Jember - Benda peninggalan zaman terdahulu yang tergolong dalam objek diduga cagar budaya (ODCB) di Jember, nasibnya belum jelas dan rentan rusak.

Bagaimana tidak, benda tersebut banyak yang dibiarkan di tempat penemuan.

Sebagian hanya dititipkan di rumah warga setempat.

Hingga saat ini memang belum ada museum khusus benda cagar budaya, meski wacana itu sudah terdengar sejak beberapa waktu lalu.

Tak heran jika masih banyak ditemukan ODCB yang belum beralih status menjadi benda cagar budaya. Termasuk proses ekskavasi juga belum dilakukan dengan baik.

Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jember Sugeng Riyadi mengatakan, lokasi yang layak untuk menyimpan benda-benda cagar budaya adalah museum.

Namun, karena tempat semacam itu belum ada, maka benda yang ditemukan masih dibiarkan di tempat asalnya.

“Belum kami ekskavasi. Hanya beberapa ada di kantor Dispar," tuturnya.

Sugeng menilai museum sebenarnya cukup penting untuk dimiliki suatu daerah.

Sebab, bisa menjadi indikasi keseriusan pemerintah untuk mengidentifikasi, mencatat, dan mengamankan benda ODCB.

Menurutnya, benda-benda itu memiliki banyak nilai sejarah yang tidak boleh dilupakan.

Sehingga, seharusnya bisa diakses oleh masyarakat secara umum.

"Tanpa museum, daerah itu seolah tidak memiliki jati diri,” tegasnya.

Dia juga mengungkapkan, belum adanya museum di Jember akibat kekurangan anggaran. Oleh sebab itu, untuk melindungi peninggalan zaman terdahulu, pihaknya menugaskan juru pelihara (jupel) di berbagai tempat.

Serta bekerja sama dengan kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat, untuk membuatnya menjadi paket wisata minat khusus.

“Harapannya dapat menggerakkan perekonomian masyarakat,” imbuhnya.

Selain belum memiliki museum, Jember juga belum memiliki tim ahli cagar budaya (TACB). Hal tersebut membuat proses identifikasi lebih tidak dapat dilakukan.

Termasuk langkah mengubah status menjadi benda cagar budaya belum dapat terlaksana.

"Saat ini kami hanya sampai pembentukan tim pendataan,” tuturnya.

Pada 2023 lalu, kurang lebih ditemukan 370 benda ODCB. Lokasi penemuannya kebanyakan berada di kaki Gunung Raung dan Argopuro.

Benda tersebut rata-rata berupa batuan jenis andesit.

Rata-rata masih dibiarkan begitu saja, serta hanya dipantau oleh jupel. (ham/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #benda cagar budaya #sejarah #Budaya