WIROWONGSO, Radar Jember - Lampu isyarat berwarna kuning menjadi tanda untuk pengguna jalan lebih berhati-hati atau waspada. Lampu lalu lintas itu tentu saja demi mengurangi risiko kecelakaan. Oleh karena itu, lokasi lampu isyarat tersebut diletakkan di pertigaan jalan seperti di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, yang berdekatan dengan Yayasan Pendidikan Miftahul Ulum. Apalagi jalan itu menjadi akses utama menuju Bandara Notohadinegoro.
Pantauan Jawa Pos Radar, tepat di bawah lampu isyarat tersebut justru terdapat pak ogah atau orang yang mengatur lalu lintas. Adanya pak ogah itu ternyata karena lampu isyarat itu tidak menyala atau tak berfungsi. Padahal, saat siang hari kondisi jalan itu cukup ramai dengan lalu lalang kendaraan yang keluar masuk ke Yayasan Pendidikan Miftahul Ulum.
Terlebih lagi, pertigaan itu adalah jalan utama menuju Bandara Notohadinegoro. "Sangat mengkhawatirkan, karena jam keluar masuknya siswa bertepatan dengan ramainya pengguna jalan," ujar Yudi, warga yang mengatur lalu lintas penyeberangan.
Yudi mengaku sudah lama traffic light di depan yayasan tersebut tidak berfungsi. Sehingga banyak warga khawatir sampai terjadi kecelakaan. Dia berharap agar lampu tanda isyarat itu segera dibenahi demi keselamatan pengendara dan siswa yang menyeberang.
Satu pekan yang lalu Jawa Pos Radar Jember sudah mengonfirmasi kepada Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jember Agus Wijaya. Dia menyebut, pihaknya berupaya segera mengontrol traffic light yang tidak berfungsi tersebut. (mg2/c2/dwi)
Editor : Radar Digital