RADARJEMBER.ID - Di media sosial tiktok atau instagram kemarin, Kamis (25/1/2024) beredar video hujan es batu di daerah Sukorambi Jember.
Video hujan dengan jatuhnya serpihan es batu kecil-kecil macam kerikil itu diunggah di media sosial platform TikTok, dengan akun @tiktuk99.
Videonya pun juga beredar di sejumlah akun instagram.
Memang, pada hari Jumat (26/1/2024) atau kemarin Kamis, sejumlah wilayah Jember diguyur hujan yang cukup deras. Tak hanya hujan, namun juga disertai angin kencang.
Meski begitu, fenomena hujan es batu, sebenarnya bukan pertama kali terjadi di Jember maupun beberapa wilayah nusantara.
Fenomena tersebut tentu ada penyebab dan proses terjadinya.
Hujan es batu merupakan cuaca alamiah yang sudah biasa terjadi.
Bahkan aktor penyebab hujan es adalah ketika suatu wilayah sedang mengalami peralihan musim atau pancaroba dan ada awan Cumulonimbus. Hal itu bersumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
Proses terjadinya hujan es tak jauh berbeda dengan hujan air biasa, yang membedakan adalah pada proses kondensasi atau penguapan.
Proses kondensasi adalah saat uap air berubah menjadi partikel-partikel es yang dipengaruhi oleh suhu udara rendah di ketinggian.
Perlu diketahui penyebab hujan es yang paling utama adalah pembekuan pada proses kondensasi ini.
Tepatnya saat ada pengembunan mendadak akibat pergerakan massa udara naik dan turun sangat kuat di dalam awan Cumulo Nimbus.
Hingga massa udara yang sangat kuat membentuk partikel es yang besar. (bud)
Editor : Radar Digital